Menyasar Pembelajar Milenial, FAI UMBandung dan FTK UIN Sunan Gunung Djati Teken Naskah Kerja Sama

- Editorial Team

Selasa, 11 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNANGUNUNGDJATI.COM – Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bandung (FAI UM Bandung) menggelar pertemuan dan penandatanganan naskah kerja sama dengan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SGD Bandung di Auditorium K.H. Ahmad Dahlan UM Bandung pada Senin (10/01/2022) siang.

Di samping UIN SGD Bandung, UM Bandung juga menjalin kerja sama dengan SMA Muhammadiyah 1 Bandung, Pesantren Baitul Arqam Muhammadiyah Quranic Science Sumedang, dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sumbersari Kabupaten Bandung, dan SMP Muhammadiyah 3 Bandung.

Ditemui usai acara, Dekan FAI UM Bandung Prof. Dr. H. Afif Muhammad, M.A. menyinggung soal pendekatan baru pembelajaran agama Islam khususnya kepada generasi milenial.

”Dalam pembelajaran (agama Islam) kepada mereka ini memerlukan pendekatan, metode, dan konten tersendiri. UM Bandung ini masih relatif baru, kemudian prodi-prodinya juga relatif baru, sedangkan tantangan kita ke depan sangat berat sekali,” ucapnya.

Prof. Afif mengungkapkan bahwa bagaimana nanti pendidikan agama Islam itu bisa dikemas dan disampaikan dengan, misalnya, teknologi digital. Hal ini, kata Afif Muhammad, bukan suatu kebetulan karena sudah sesuai dengan visi UM Bandung.

”Di UM Bandung itu kan islamic technopreneurship university. Tech-nya itu teknologi, islamic itu Islam, dan entrepreneurship itu kewirausahaan. Jadi, nanti kita kembangkan inovasi-inovasi yang sesuai dengan tuntutan masa kini yang terukur. Ini peluangnya besar sekali, asal kita kreatif dan melakukan banyak inovasi,” ungkapnya.

Di samping itu, Prof. Afif juga akan menindaklanjuti naskah kerja sama ini, khususnya dengan UIN Bandung, dengan berbagai bentuk.

Di antaranya penguatan/pelatihan dosen, pelatihan metode penelitian, penulisan karya ilmiah untuk jurnal/media lain, dan tidak ketinggalan soal peningkatan kualitas mahasiswa.

”Jadi, (kualitas) lulusan akan kita tingkatkan. Untuk mewujudkan hal itu, tentu butuh perubahan sistem pembaruan manajemen dan software-nya kita tata ulang. Misal dosennya, perkuliahan itu seperti apa, kurikulumnya harus segera, sebut sajalah, renovasi, yakni untuk segera direnovasi,” tuturnya.

Semua program tersebut, kata Prof. Afif, targetnya supaya kualitas lulusan UM Bandung semakin meningkat. Terpenting hal itu diukur dengan status dan nilai akreditasi.

”Karena kita semuanya masih baru sehingga masih butuh penguatan-penguatan. Kemudian kami di fakultas berpendapat justru mumpung masih baru, ayo kita lakukan berbagai kegiatan, contohnya bekerja sama dengan pihak lain,” pungkas Prof. Afif.

Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SGD Bandung Prof. Dr. Hj. Aan Hasanah, M.Ed. menilai bahwa saat ini tidak ada lembaga yang hebat sendirian, kecuali dengan berkolaborasi.

Kerja sama ini, salah satunya, menurut Prof. Aan yakni bagaimana menyiapkan generasi Z yang jumlahnya hari ini mencapai 75 juta untuk menuju ke generasi emas.

”Kalau kita tidak melakukan sesuatu, jumlah yang banyak ini bisa jadi musibah. Jadi bagaimana kita berikhtiar untuk generasi Z, kita hantarkan mereka menjadi generasi yang penuh berkah, maksud dari kolaborasi ini (salah satunya) seperti itu. Kita akan terus berkolaborasi terutama dengan Muhammadiyah yang memang memiliki kampus dan amal usaha yang demikian banyak,” katanya.

Prof. Aan menerangkan bahwa upaya sebuah kampus menjadi lebih besar, salah satunya dengan berkolaborasi. Berkerja sama dengan berbagai pihak yang tentu saja saling menguntungkan dan memberikan nilai positif.

Selain pelatihan, penelitian kolaborasi penelitian, kemudian nanti ada publikasi juga. Kemudian dalam waktu dekat akan diwujudkan dalam bentuk Merdekan Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Dengan adanya MBKM, Prof. Aan mengatakan, nanti bisa saja mahasiswa dari jurusan PAI UM Bandung ikut beberapa mata kuliah di PAI Fakultas Tarbiyah UIN Bandung.

”Nanti mudah-mudahan aplikasinya sedang kita kembangkan dan bisa saling berkuliah seperti itu. Mungkin mahasiswa PAI UIN juga yang mau ke Muhammadiyah ‘kan tinggal daftar dan seterusnya. Jadi, program MBKM akan kita kembangkan sebagai bentuk dari tindak lanjut kerja sama ini,” tandas Prof. Aan.***(Firman Katon)

Pos Terkait

Asyik! Kemenag Susun Terjemahan Al-Qur’an Bahasa Betawi
Hari Jadi Cirebon 597, Pj Walikota Ajak Warga Teladani Sunan Gunung Jati
Dekan FEBI UIN Bandung: Kebangetan Kalau Alumni Tidak Kaya
Workshop Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah, Cara Jitu UIN Bandung Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa FAH
Asyik! Pimpinan Al-Azhar Mesir Temui Menag, Bahas Seleksi Calon Mahasiswa Indonesia
Top! Kemenag Raih Anugerah Lembaga Peduli Penyiaran
Pembukaan Pelantikan dan Rakernas ASIKOPTI : Yuk Bangun Kebersamaan, Raih Akreditasi Unggul
Alhamdulillah Dapat 110.553 Formasi CASN, Menag Ucapkan Terima Kasih kepada Presiden

Pos Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 09:40 WIB

Asyik! Kemenag Susun Terjemahan Al-Qur’an Bahasa Betawi

Minggu, 7 Juli 2024 - 23:16 WIB

Hari Jadi Cirebon 597, Pj Walikota Ajak Warga Teladani Sunan Gunung Jati

Sabtu, 6 Juli 2024 - 10:55 WIB

Dekan FEBI UIN Bandung: Kebangetan Kalau Alumni Tidak Kaya

Kamis, 4 Juli 2024 - 23:55 WIB

Workshop Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah, Cara Jitu UIN Bandung Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa FAH

Rabu, 26 Juni 2024 - 14:05 WIB

Asyik! Pimpinan Al-Azhar Mesir Temui Menag, Bahas Seleksi Calon Mahasiswa Indonesia

Senin, 24 Juni 2024 - 19:06 WIB

Top! Kemenag Raih Anugerah Lembaga Peduli Penyiaran

Jumat, 14 Juni 2024 - 13:30 WIB

Pembukaan Pelantikan dan Rakernas ASIKOPTI : Yuk Bangun Kebersamaan, Raih Akreditasi Unggul

Kamis, 30 Mei 2024 - 22:16 WIB

Alhamdulillah Dapat 110.553 Formasi CASN, Menag Ucapkan Terima Kasih kepada Presiden

Pos Terbaru