Yang-Mutlak

- Editorial Team

Selasa, 15 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Rasa yang sublim, tentang sesuatu yang meresap jauh lebih dalam. Yang huniannya adalah cahaya matahari terbenam. Dan lautan yang mengelilingi dan udara yang hidup, dan langit biru dan dalam pikiran manusia” (William Wordsworth)

SUNANGUNUNGDJATI.COM-Tradisi pemikiran, kearifan para mistikus, ratapan para penyair juga keyakinan para perenialis meneguhkan suatu “kepercayaan” tentang adanya “realitas sejati dan tertinggi”. “Realitas sejati dan tertinggi” adalah muasal segala sesuatu. Ia meliputi, dan menjadi alpha-omeganya bagi seluruh yang hidup.

Kitab suci, manuskrip kuno juga lembaran-lembaran yang diyakini bisa memantik energi dan pencerahan tertentu menyebut “realitas sejati dan tertinggi” itu dengan “rta, Brahman, Dao, nirwana, elohim atau Tuhan”.

Seluruh nama dan penyebutan ini menurut Karen Amstrong sebenarnya adalah “definisi”. Sebuah siasat yang kita kenal dalam logika sebagai cara untuk “menetapkan batasan” pada realitas yang pada dasarnya tidak terbatas.

Menghindar dari membuat batas pada sesuatu yang tertinggi dan mustahil untuk dipahami, Ibnu Arabi lalu menyebut “realitas sejati dan tertinggi” itu dengan “Yang Mutlak” (apakah ini juga batasan?). Yang Mutlak adalah sesuatu yang bahkan tidak mungkin disebut Tuhan. Yang Mutlak “per se” tidak mungkin diringkus konsepsi atau dihampiri.

Tosihiko Izutsu menegaskan bahwa Yang Mutlak dalam transendensi ini adalah “tidak bersyarat” (unconditional). Kesendirian esensial ini tidak mungkin menjadi objek pengetahuan dan dapat dijamah oleh kognisi manusia. Ia selamanya adalah misteri bahkan Misteri dari segala misteri.

Tidak hanya Misteri, tapi juga ia adalah energi. Dalam bahasa Heideger, ia adalah Sein. Energi fundamental yang menopang dan merasuki segala yang ada. Kita tidak dapat melihat, menyentuh, atau mendengarnya. Tetapi kita dapat melihatnya secara misterius bekerja pada manusia, benda dan kekuatan alam yang dijalarinya.

Perhatikan orang yang keserupan! Ada energi yang entah bagaimana ia menggejala dan merasuki pada orang tersebut. Ia berteriak. Otot yang mengeras. Mata yang menyalak. Kita tidak bisa mengidentifikasi sosok di sebaliknya tapi ia jelas nampak dalam gerakan juga teriakan yang aneh dan tidak normal.

Tapi apakah Tuhan, Brahman, Dao menjadi istilah yang tidak penting? Manusia dengan segala keterbatasan butuh acuan (kebahasaan). Manusia memerlukan definisi yang bisa memandu orientasi dan dapat memapah jalan supaya sampai di tujuan.

Kopi hanyalah sebutan. Pada dirinya yang esensial dan primordial, tidak bisa ditangkap hanya dengan definisi. Mustahil dirangkum dengan istilah ilmiah sebagai “coffea”. Biji yang dikeringkan lalu diolah dengan tehnik roasting ataupun grinding sampai kemudian brewing. Pagi ini, kopi adalah energi juga inspirasi buat saya. Saya dan kopi seumpama manunggal, terjadi sejenis “unio mystica”. Ia menjalari tubuh. Mata terbelalak dan tangan yang tiba-tiba aktif. Kesurupan? Hee….

Tabik,

RADEA JULI A. HAMBALI, Wakil Dekan I Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 

Pos Terkait

Moderasi Beragama Jadi Wacana Intelektual Kampus
Menag: Indonesia Best Practice Bangun Dialog Agama dan Peradaban
Yuk Kenali Masjid Ini, Monumen Perjuangan Bilal Masuk Islam
4 Rahasia Dibalik Pemilikan Harta
Yuk Kenali Peta Jalan Zakat 2025 – 2045 Ala Kemenag
Cerita Haji Baridin
Ibadah, Istiqamah dan Haji
Inilah Kriteria Hewan Kurban dalam Hadits dan Pakar Fiqih

Pos Terkait

Senin, 22 Juli 2024 - 12:09 WIB

Moderasi Beragama Jadi Wacana Intelektual Kampus

Kamis, 11 Juli 2024 - 10:08 WIB

Menag: Indonesia Best Practice Bangun Dialog Agama dan Peradaban

Sabtu, 29 Juni 2024 - 09:36 WIB

Yuk Kenali Masjid Ini, Monumen Perjuangan Bilal Masuk Islam

Jumat, 28 Juni 2024 - 10:32 WIB

4 Rahasia Dibalik Pemilikan Harta

Minggu, 23 Juni 2024 - 16:54 WIB

Yuk Kenali Peta Jalan Zakat 2025 – 2045 Ala Kemenag

Jumat, 21 Juni 2024 - 15:27 WIB

Cerita Haji Baridin

Selasa, 18 Juni 2024 - 12:05 WIB

Ibadah, Istiqamah dan Haji

Sabtu, 15 Juni 2024 - 07:33 WIB

Inilah Kriteria Hewan Kurban dalam Hadits dan Pakar Fiqih

Pos Terbaru

KomDak

Hari Anak Nasional, Kemenag Rilis TelePontren

Selasa, 23 Jul 2024 - 12:17 WIB

Reliji

Moderasi Beragama Jadi Wacana Intelektual Kampus

Senin, 22 Jul 2024 - 12:09 WIB