Ulama Besar Yatim-Piatu Itu Bernama Ibnu Hajar Al-Asqalani

- Editorial Team

Minggu, 9 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNANGUNUNGDJATI.COM – Ibnu Hajar Al-Asqalani, adalah seorang anak yatim-piatu. Ayahnya meninggal pada saat beliau masih berumur 4 tahun dan ibunya meninggal ketika beliau masih balita.

Di bawah asuhan kakak kandungnya, beliau tumbuh menjadi remaja yang rajin, pekerja keras dan sangat berhati-hati dalam menjalani kehidupannya serta memiliki kemandirian yang tinggi.

Ibnu Hajar Al-Asqalani dilahirkan pada tanggal 22 sya’ban tahun 773 Hijriyah di pinggiran sungai Nil di Mesir. Nama aslinya adalah Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Mahmud bin Ahmad bin Hajar Al-Kannani Al-Qabilah yang berasal dari Al-Asqalan. Namun ia lebih masyhur dengan julukan Ibn Hajar Al Asqalani.

Ibnu Hajar berarti anak batu sementara Asqalani adalah nisbat kepada ‘Asqalan’, sebuah kota yang masuk dalam wilayah Palestina, dekat Ghuzzah.

Suatu ketika, saat beliau masih belajar disebuah madrasah, ia terkenal sebagai murid yang rajin, namun ia juga dikenal sebagai murid yang bodoh, selalu tertinggal jauh dari teman-temannya.

Bahkan sering lupa dengan pelajaran-pelajaran yang telah di ajarkan oleh gurunya di sekolah yang membuatnya patah semangat dan frustasi.

Beliaupun memutuskan untuk pulang meninggalkan sekolahnya. Di tengah perjalanan pulang, dalam kegundahan hatinya meninggalkan sekolahnya, hujan pun turun dengan sangat lebatnya, mamaksa dirinya untuk berteduh didalam sebuah gua.

Ketika berada di dalam gua pandangannya tertuju pada sebuah tetesan air yang menetes sedikit demi sedikit jatuh melubangi sebuah batu, ia pun terkejut. Beliau pun berguman dalam hati, sungguh sebuah keajaiban.

Melihat kejadian itu beliaupun merenung, bagaimana mungkin batu itu bisa terlubangi hanya dengan setetes air. Ia terus mengamati tetesan air itu dan mengambil sebuah kesimpulan bahwa batu itu berlubang karena tetesan air yang terus menerus.

Dari peristiwa itu, seketika ia tersadar bahwa betapapun kerasnya sesuatu jika ia di asah trus menerus maka ia akan manjadi lunak. Batu yang keras saja bisa terlubangi oleh tetesan air apalagi kepala saya yang tidak menyerupai kerasnya batu. Jadi kepala saya pasti bisa menyerap segala pelajaran jika dibarengi dengan ketekunan, rajin dan sabar.

Sejak saat itu semangatnya pun kembali tumbuh lalu beliau kembali ke sekolahnya dan menemui Gurunya dan menceritakan pristiwa yang baru saja ia alami. Melihat semangat tinggi yang terpancar dijiwa beliau, gurunya pun berkenan menerimanya kembali untuk menjadi murid disekolah itu.

Sejak saat itu perubahan pun terjadi dalam diri Ibnu Hajar. Beliau manjadi murid yang tercerdas dan malampaui teman-temannya yang telah manjadi para Ulama besar dan ia pun tumbuh menjadi ulama tersohor dan memiliki banyak karangan dalam kitab-kitab yang terkenal dijaman kita sekarang ini.

Di antara karya beliau yang terkenal ialah: Fathul Baari Syarh Shahih Bukhari, Bulughul Marom min Adillatil Ahkam, al-Ishabah fi Tamyizish Shahabah, Tahdzibut Tahdzib, ad Durarul Kaminah, Taghliqut Ta’liq, Inbaul Ghumr bi Anbail Umr dan lain-lain.

Bahkan menurut muridnya, yakni Imam asy-Syakhawi, karya beliau mencapai lebih dari 270 kitab. Sebagian peneliti pada zaman ini menghitungnya, dan mendapatkan sampai 282 kitab. Kebanyakan berkaitan dengan pembahasan hadits, secara riwayat dan dirayat (kajian).

Allah Swt., berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sampai ia sendirilah yang mengubah keadaan mereka sendiri” ( QS. Ar Rad : 11 ).

Pos Terkait

Cerita Haji Baridin
Ibadah, Istiqamah dan Haji
Inilah Kriteria Hewan Kurban dalam Hadits dan Pakar Fiqih
Yuk Pahami Manasik, Haji Tidak Sah Bila Jemaah Tinggalkan Salah Satu Rukun Haji
10 Amalan dengan Pahala Setara Haji dan Umrah, Lakukan di Awal Zulhijjah!
Sepakat! Iduladha 1445 H Jatuh pada Senin 17 Juni 2024
7 Cara Cek Nomor Porsi Haji Secara Online, Mudah Bukan!
Inilah Pesona Masjid Bani Salim “Al Jum’ah”

Pos Terkait

Jumat, 21 Juni 2024 - 15:27 WIB

Cerita Haji Baridin

Selasa, 18 Juni 2024 - 12:05 WIB

Ibadah, Istiqamah dan Haji

Sabtu, 15 Juni 2024 - 07:33 WIB

Inilah Kriteria Hewan Kurban dalam Hadits dan Pakar Fiqih

Rabu, 12 Juni 2024 - 07:25 WIB

Yuk Pahami Manasik, Haji Tidak Sah Bila Jemaah Tinggalkan Salah Satu Rukun Haji

Selasa, 11 Juni 2024 - 08:11 WIB

10 Amalan dengan Pahala Setara Haji dan Umrah, Lakukan di Awal Zulhijjah!

Senin, 10 Juni 2024 - 08:05 WIB

Sepakat! Iduladha 1445 H Jatuh pada Senin 17 Juni 2024

Kamis, 6 Juni 2024 - 07:51 WIB

7 Cara Cek Nomor Porsi Haji Secara Online, Mudah Bukan!

Rabu, 5 Juni 2024 - 14:02 WIB

Inilah Pesona Masjid Bani Salim “Al Jum’ah”

Pos Terbaru

Reliji

Cerita Haji Baridin

Jumat, 21 Jun 2024 - 15:27 WIB

Reliji

Ibadah, Istiqamah dan Haji

Selasa, 18 Jun 2024 - 12:05 WIB