Sarjana Ushuluddin: Antara Nilai dan Peluang Kerja

- Editorial Team

Senin, 10 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNANGUNUNGDJATI.COM – Hari ini perubahan sedang berlangsung sangat cepat. Tiap perubahan pasti membutuhkan nilai dasar agar perubahan tersebut memiliki makna. Di sini peluang sarjana Ushuluddin yakni memberi makna bagi tiap perubahan.

Perubahan tidak bisa dibendung. Tiap saat terjadi perubahan. Karena berlangsung sangat cepat, perubahan bisa jadi mengabaikan makna. Suatu perubahan boleh jadi lebih didorong oleh hasrat. Ketika perubahan direntang tanpa makna maka cenderung menghasilkan kerusakan.

Nilai adalah entitas sakral dan sekaligus konteks. Seluruh pesan-pesan Illahi di dalam Teks Suci mengandung nilai luhur. Tugas sarjana Ushuluddin adalah mengambil nilai dari pesan-pesan tersebut serta sekaligus memberi konteks yang menyelamatkan.

Apa pun perubahan maka ia harus berlandaskan nilai. Nilai ini harus operasional dan praktis. Misalnya, perusahaan hendak mengembangkan diri. Maka tiap langkah pengembangan harus memiliki nilai. Nilai harus dipastikan menyertai pengembangan.

Sarjana Ushuluddin inilah yang memastilan terlibatnya nilai dalam tiap perubahan. Apapun dapat dikembangkan asal mengakomodasi nilai serta konteks. Hingga dipastikan pengembangan tersebut mencapai kemajuan yang diharapkan.

Sarjana Ushuluddin bisa kerja di bidang apapun dengan tugas memastikan nilai diterapkan di tiap perubahan. Selebihnya, sarjana Ushuluddin harus mampu memastikan nilai tersebut menjadi pendorong perubahan hingga meraih kemajuan.

Sebut saja sarjana Ushuluddin bekerja di sebuah madrasah. Maka ia harus mampu memajukan madrasah tersebut dikarenakan pondasi nilai dasar yang dioperasionalkan secara teknis.

Pos Terkait

5 Nilai Orang Bertakwa Pasca Idul Fitri
5 Keutamaan Puasa Syawal; Penyempurna Ramadan hingga Tanda Syukur kepada Allah SWT
Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Syawal 1445 H 9 April 2024
Pesan Wamenag: Al-Qur’an Pedoman Bangun Peradaban Maju dan Bermartabat
Nuzulul Quran, Saatnya Introspeksi Diri
Kenapa Allah Merahasiakan Turunnya Malam Lailatul Qadar? Inilah Penjelasannya
Puasa: Syariat, Tarekat, Hakikat
4 Keistimewaan Bulan Ramadhan

Pos Terkait

Jumat, 19 April 2024 - 09:45 WIB

5 Nilai Orang Bertakwa Pasca Idul Fitri

Jumat, 12 April 2024 - 12:55 WIB

5 Keutamaan Puasa Syawal; Penyempurna Ramadan hingga Tanda Syukur kepada Allah SWT

Selasa, 2 April 2024 - 13:45 WIB

Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Syawal 1445 H 9 April 2024

Senin, 1 April 2024 - 14:56 WIB

Pesan Wamenag: Al-Qur’an Pedoman Bangun Peradaban Maju dan Bermartabat

Jumat, 29 Maret 2024 - 07:30 WIB

Nuzulul Quran, Saatnya Introspeksi Diri

Selasa, 26 Maret 2024 - 09:27 WIB

Kenapa Allah Merahasiakan Turunnya Malam Lailatul Qadar? Inilah Penjelasannya

Senin, 18 Maret 2024 - 08:13 WIB

Puasa: Syariat, Tarekat, Hakikat

Jumat, 15 Maret 2024 - 08:00 WIB

4 Keistimewaan Bulan Ramadhan

Pos Terbaru

Reliji

5 Nilai Orang Bertakwa Pasca Idul Fitri

Jumat, 19 Apr 2024 - 09:45 WIB

Nulis

6 Etika Silaturrahim

Kamis, 18 Apr 2024 - 07:30 WIB