Reliji

Pertolongan Allah

SUNANGUNUNGDJATI.COM-Dikisahkan, ketika peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah, Rasulullah SAW bersama sahabatnya Abu Bakar Shiddiq bersembunyi di Gua Tsur. Saat orang-orang Quraisy berkeliaran di atas gua untuk mencari dan menangkap Nabi Muhammad SAW, maka timbullah rasa takut yang mendalam di hati Abu Bakar. Bukan takut akan keselamatan dirinya, tapi takut apabila ada sesuatu yang menimpa Nabi SAW.

Dengan suara pelan, Abu Bakar berbisik kepada Rasulullah SAW, “Seandainya salah seorang di antara mereka ada yang melihat ke bawah dua kakinya, ia pasti akan melihat kita.” Rasulullah SAW menjawab, “Wahai Abu Bakar, tidakkah kau berpikir bahwa ketika kita berdua seperti ini, sesungguhnya ada yang ketiga bersama kita, Dialah Allah.”

Related Articles

Nabi Muhammad SAW masih melihat kegelisahan dan kesedihan di raut wajah Abu Bakar. Oleh karena itu, Nabi SAW menguatkan sahabatnya itu dengan sebuah kabar gembira yang diwahyukan Allah SWT, “Janganlah kamu bersedih, karena sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS. At-Taubah:40). Inilah pelajaran tauhid dan ketawakalan yang nyata dari Rasulullah SAW. Selama kita bersama Allah, tak ada yang perlu kita takutkan hingga menjadi sangat khawatir dan bersedih.

Dunia saat ini tengah dihebohkan dengan merebaknya wabah Virus Corona. Sudah ribuan jiwa meninggal akibat virus tersebut. Hal itu tentu membuat banyak orang merasa takut dan cemas. Bahkan, ada yang sampai frustasi lalu bunuh diri. Ketika segala upaya pencegahan dan pengobatan sudah dilakukan, berdoa dan memohon pertolongan Allah adalah yang utama. Sebab Allah lah sebaik-baik penolong dan pelindung. “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (QS. Ali Imran: 173)

Bagi seorang Muslim, kehidupan dunia ini penuh dengan ujian. Suka dan duka, nikmat dan musibah adalah ketetapan Allah yang wajib diimani. Seorang Muslim memandang setiap keadaan yang menimpanya itu adalah kebaikan. Sehingga, ia terhindar dari rasa takut dan khawatir yang berlebihan. Ia senantiasa bertawakal ketika berada pada posisi atau kondisi yang sama sekali di luar kekuasaannya, sedangkan ia sudah melakukan segenap upaya, kemudian menerima kenyataan tersebut dan tetap berpegang teguh, yakin, dan berprasangka baik terhadap kehendak Allah SWT atas dirinya

Allah sangat mencintai orang yang bertawakal kepada-Nya. Belum disebut beriman orang yang tidak bertawakal kepada Allah. . Allah SWT berfirman, “Bertawakallah kepada Allah yang Mahahidup dan tidak akan mati.” (QS. Al-Furqan:58). Manusia yang selalu menyertakan Allah dalam hidupnya, segala sesuatu akan bersatu mendukungnya sehingga tak terkalahkan. Sebaliknya, manusia yang berlepas diri dari Allah, ia tak memiliki kekuatan sedikit pun, walau seisi dunia bersatu bersamanya. Sesungguhnya, tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah

Ketahuilah, kemudahan datang bersama kesulitan. Selalu ada harapan bersama usaha dan ikhtiar. Setiap kejadian ada waktunya yang tepat karena Allah SWT mengetahui yang terbaik. Ketika kesulitan telah memuncak, berharaplah jalan keluar. Sesungguhnya Allah telah menyiapkan bagi setiap kesulitan ada kemudahan.  Mohonlah pertolongan kepada Allah di setiap waktu dalam kehidupan kita. Allah berfirman, “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan) tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” (QS. Al-Insyirah: 6-8). Wallahu a’lam.

Agus Sopian, Alumni Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kini jadi Guru Akidah Akhlak MAN Insan Cendekia Kota Batam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button