Inilah 3 Cara Cepat Menulis Karya Ilmiah

- Editorial Team

Kamis, 28 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wahyudin Darmalaksana, Sentra Publikasi Indonesia, Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

SUNANGUNUNGDJATI.COM

 

Acap kali penulisan karya ilmiah –skripsi, tesis, dan disertasi– berjalan lamban. Terkait hal itu, ada 3 cara supaya penulisan karya ilmiah berlangsung cepat:

1. Menentukan Metode Penelitian
Metode penelitian adalah skenario menyangkut tindakan demi tindakan secara terperinci dalam pelaksanaan penelitian.

Di dalamnya ada pendekatan (kualitatif atau kuantitatif) dan metode (mencakup prosedur pelaksanaan penelitian), jenis data (data kualitatif seperti bahan bacaan atau data kuantitatif berupa skor nilai, data statistik, dll.), sumber data (primer dan sekunder), teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kuesioner, atau studi dokumen), teknik analisis data (inventarisasi, klasifikasi/kategorisasi, penafsiran/analisis data), dan waktu dan tempat (bila penelitian lapangan).

2. Menyajikan Hasil dan Melakukan Pembahasan
Metode penelitian akan bekerja mengolah data sampai menghasilkan hasil penelitian. Mula-mula penyajian data (data display) hasil penelitian. Lalu, tugas peneliti adalah membahas (menganalisis) hasil penelitian tersebut dengan menggunakan teori (yang disiapkan di bagian tinjauan pustaka atau landasan teoritis).

Hasil pembahasan (analisis) disebut temuan penelitian. Bandingkan temuan sekarang dengan temuan hasil-hasil penelitian terdahulu (yang dicantumkan di bagian pendahuluan). Jika temuan sekarang berbeda dengan temuan hasil-hasil penelitian terdahulu, maka di situlah kebaruan (novelty).Tiba di sini, penulis pada dasarnya sudah bisa membuat kesimpulan.

3. Memeriksa Ulang Bagian Pendahuluan
Pendahuluan dibuat saat menyusun proposal (skripsi, tesis, disertasi). Pendahuluan adalah janji penulis yang akan ditepati di bagian pembahasan. Bisa jadi pendahuluan menjanjikan sesuatu yang besar, tetapi tidak ditepati, tidak dijawab, atau tidak dibahas oleh penulis di bagian pembahasan.

Karena itu, penulis mesti memeriksa ulang bagian pendahuluan. Ia meliputi latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat hasil penelitian, kerangka berpikir, hasil penelitian terdahulu, tinjauan pustaka, dan termasuk metode penelitian. Supaya diperhatikan bahwa bagian hasil dan pembahasan harus selaras dengan bagian pendahuluan.

 

Pos Terkait

Kurban yang Diterima
Salam Lintas Agama dan Harmoni Keberagaman
Ayo Mencicipi Lezatnya Docang, Makanan Khas Para Wali di Cirebon
Cinyasag Tempo Dulu: Belajar Semangat Kebangkitan Nasional dari Monumen Panji Siliwangi
Inilah Ranking dan Positioning PTKIN
Benarkah Iblis Bertauhid?
Inilah Doa Pelepasan Jemaah Haji
Islam dan Budaya Lokal

Pos Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 09:48 WIB

Salam Lintas Agama dan Harmoni Keberagaman

Sabtu, 8 Juni 2024 - 07:13 WIB

Ayo Mencicipi Lezatnya Docang, Makanan Khas Para Wali di Cirebon

Selasa, 21 Mei 2024 - 08:53 WIB

Cinyasag Tempo Dulu: Belajar Semangat Kebangkitan Nasional dari Monumen Panji Siliwangi

Senin, 20 Mei 2024 - 14:37 WIB

Inilah Ranking dan Positioning PTKIN

Jumat, 17 Mei 2024 - 11:40 WIB

Benarkah Iblis Bertauhid?

Selasa, 14 Mei 2024 - 08:48 WIB

Inilah Doa Pelepasan Jemaah Haji

Jumat, 3 Mei 2024 - 15:30 WIB

Islam dan Budaya Lokal

Sabtu, 27 April 2024 - 15:14 WIB

Hasan Mustapa: Sosok Ulama Sunda

Pos Terbaru

Reliji

Cerita Haji Baridin

Jumat, 21 Jun 2024 - 15:27 WIB

Reliji

Ibadah, Istiqamah dan Haji

Selasa, 18 Jun 2024 - 12:05 WIB