Kemana Arah Pendidikan Indonesia

- Editorial Team

Rabu, 11 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNANGUNUNGDJATI.COM

Pendidikan merupakan instrumen sangat penting dalam mencerdaskan bangsa Indonesia ke depan. Hanya saya melihat pendidikan Indonesia banyak teori ketimbang praktek, mungkin perbandingannya 70 persen teori dan 30 persen praktek, harusnya dibalik 70 persen praktek dan 30 persen teori.

Di Negara negara maju ada yang namanya school administrasion dan teacher. Jika ada orang minat menjadi school administrasion maka mereka akan menjadi bagian pengawas sekolah, kepala sekolah atau menjadi administrasi sekolah serta mentertibkan administrasi sekolah dan tidak boleh mengajar.

Kalau minatnya menjadi guru maka fokus going research dan tidak boleh menjadi kepala sekolah atau menjadi pengawas sekolah sehingga masing-masing akan fokus pada minatnya dan tugasnya. Di Indonesia yang menjadi administrasi guru bisa menjadi pengawas, menjadi kepala sekolah serta mengajar.

Makanya di indonesia kalau ada guru dekat dengan kepala dinas, maka bisa menjadi kepala sekolah. Makanya kenapa di luar negeri pendidikan bisa maju, karena mahasiswa di semester 2 sudah langsung research ke lapangan, di indonesia semester akhir baru melakukan research sehingga waktunya habis karena selesai masa studinya.

Termasuk di indonesia ada Fakultas Tarbiyah yang berada di Kementerian Agama atau Fakultas Pendidikan, mahasiswanya tidak mengetahui persoalaan yang terjadi di sekolah-sekolah yang berada di sekitar kampusnya.

Lalu apa fungsinya Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Pendidikan, jika sebagian mahasiswanya atau kampusnya tidak memiliki kepekaan terhadap sekolah yang ada di sekitarnya. Bahkan Fakultas Tarbiyah atau Fakultas Pendidikan menyelesaikan studinya 4-5 tahun, setelah lulus, mereka yang ingin menjadi guru harus mengikuti berbagai pelatihan seperti PLPG atau pelatihan-pelatihan lainnya atau tetek bengeknya dengan biaya yang menguras kantong calon guru, harusnya tidak usah mengikuti pelatihan lagi, cukup rubah aja kurikulumnya, yang tidak akan memakan waktu dan biaya.

Negara Finlandia sudah menerapkannya, makanya pendidikan mereka maju dan cerdas. Di Indonesia ganti menteri ganti kebijakannya dan celakanya yang menentukan arah pendidikan tidak memahami arah pendidikan bangsa Indonesia ke depan. Sistem pendidikan akan menentukkan kualitas sumberdaya manusia indonesia di masa yang akan datang.

Belum lagi workshop-workshop yang sering digelar oleh sekolah, kampus belum mampu meningkatkan kualitas sumberdaya peserta didik secara signifikan pendidikan itu urusan karakter bukan hanya urusan skill saja. Pendidikan bukan hanya mengarahkan peserta didiknya hanya cerdas, tetapi tidak memiliki akhlak.

Kita tidak ingin peserta didik cerdas tetapi mereka berbohong, sombong. Kita pun tidak ingin peserta didik jujur saja, tetapi malas, tidak ada kemauan. Jadi antara karakter moral dengan karakter kinerja harus sejalan. Kita ingin peserta didik itu cerdas, rendah hati, pintar, tidak malas, tidak sombong, tidak culas serta menghormati guru-gurunya.

Itu bisa dicapai dengan komitmen seluruh stakholder dan pemangku kebijakan pendidikan supaya arah pendidikan Indonesia terarah, terukur dan mampu mewujudkan Indonesia emas. pendidikan yang membuat peserta didik, guru dan dosen yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi cerdas secara emosional dan spiritual. Pendidikan yang membuat kita menjadi lebih dekat kepada Allah dan takut kepada nya.

Muhammad Awod Faraz Bajri, Dosen Sosiologi Agama Sekolah Tinggi Agama Islam al-Muhajirin Purwakarta.

Pos Terkait

Hari Bumi, Yuk Simak Perhatian Al-Quran Terhadap Lingkungan
Hore! Pendaftaran UM-PTKIN 2024 Dibuka. Ini Cara Daftar dan Jadwalnya
Kelas Menulis Buka Layanan Konsultasi Teknik Penulisan Artikel Ilmiah
Selamat! 33 Madrasah Aliyah Lolos Samsung Innovation Campus 2024. Ini Daftarnya
Siapkan Pemimpin Berintegritas, UIN Bandung – Kejaksaan Tinggi Jabar Gelar Seminar Literasi Pendidikan Anti Korupsi
Yuk Telusuri Jejak Sunan Gunung Jati di Keraton Kasepuhan Cirebon
Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN 2024 Dibuka, Ini Jalurnya
Ayo Kenali Iqro’na, Panduan Praktis Membaca Al-Qur’an Braille

Pos Terkait

Senin, 22 April 2024 - 17:36 WIB

Hari Bumi, Yuk Simak Perhatian Al-Quran Terhadap Lingkungan

Sabtu, 16 Maret 2024 - 08:05 WIB

Kelas Menulis Buka Layanan Konsultasi Teknik Penulisan Artikel Ilmiah

Selasa, 27 Februari 2024 - 12:16 WIB

Selamat! 33 Madrasah Aliyah Lolos Samsung Innovation Campus 2024. Ini Daftarnya

Jumat, 23 Februari 2024 - 12:19 WIB

Siapkan Pemimpin Berintegritas, UIN Bandung – Kejaksaan Tinggi Jabar Gelar Seminar Literasi Pendidikan Anti Korupsi

Selasa, 20 Februari 2024 - 13:51 WIB

Yuk Telusuri Jejak Sunan Gunung Jati di Keraton Kasepuhan Cirebon

Sabtu, 20 Januari 2024 - 12:01 WIB

Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN 2024 Dibuka, Ini Jalurnya

Senin, 8 Januari 2024 - 09:24 WIB

Ayo Kenali Iqro’na, Panduan Praktis Membaca Al-Qur’an Braille

Minggu, 24 Desember 2023 - 17:04 WIB

Saatnya Belajar Toleransi Ala Rasulullah SAW

Pos Terbaru

Reliji

5 Nilai Orang Bertakwa Pasca Idul Fitri

Jumat, 19 Apr 2024 - 09:45 WIB

Nulis

6 Etika Silaturrahim

Kamis, 18 Apr 2024 - 07:30 WIB