5 Pahlawan Perempuan Inspiratif dari Jawa Barat. Siapa Aja?

- Editorial Team

Sabtu, 16 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNANGUNUNGDJATI.COM — Selamat Hari Pahlawan Nasional! Sebagai warga Jawa Barat, tentunya kita harus bangga karena provinsi dengan 18 kabupaten dan 9 kota ini merupakan bagian penting dari sejarah Indonesia. Tidak terkecuali dengan banyaknya pahlawan perempuan yang telah berkontribusi secara signifikan dalam memperjuangkan kemerdekaan dan menginspirasi masyarakat.

Siapa aja sih pahlawan perempuan dari Jawa Barat? Yuk simak!

  1. Dewi Sartika
    Lahir di Bandung pada 4 Desember 1884, Dewi Sartika tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan nilai-nilai pendidikan yang modern. Seorang pahlawan nasional yang berasal dari Cicalengka ini memiliki peran yang signifikan dalam perjuangan kemerdekaan serta pengembangan pendidikan di tanah air.

Ia mendirikan sekolah pertama untuk perempuan di Hindia Belanda, yang dikenal dengan Sekolah Isteri (Sekolah Kartini) pada tahun 1904. Melalui upayanya ini, Dewi Sartika berkomitmen untuk memberikan akses pendidikan yang setara bagi perempuan, melawan stereotip dan norma masyarakat pada masa itu.

  1. Nyi Raden Rachmatulhadiah Poeradiredja
    Lahir dengan nama Nyi Raden Rachmat’ulhadiah Poeradiredja pada 13 Agustus 1902 di Kuningan, Jawa Barat, Emma Poeradiredja merupakan seorang tokoh pahlawan perempuan Indonesia.

Selama hidupnya, Emma aktif memperjuangkan persatuan pelajar pribumi serta memperkaya nilai-nilai kesenian dan pengetahuan umum.
Emma memiliki peran yang luas dalam berbagai organisasi, termasuk Partai Kebangsaan Indonesia Wanita, Paguyuban Pasundan, dan Komite Nasional Indonesia Pusat. Dedikasi dan perjuangannya telah memberikan kontribusi berarti bagi masyarakat dan perempuan di Jawa Barat.

  1. Raden Siti Jenab
    Raden Siti Jenab adalah tokoh perempuan yang memiliki peran penting dalam sejarah Jawa Barat. Lahir pada tahun 1830 di Indramayu, beliau dikenal sebagai pejuang yang terlibat dalam berbagai aksi perlawanan terhadap penjajahan Belanda pada abad ke-19.

Raden Siti Jenab juga turut aktif dalam memperjuangkan hak-hak perempuan pada zamannya. Ia memiliki peran penting dalam mengembangkan kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi perempuan dan memperjuangkan kesetaraan gender. Beliau juga merupakan pendiri Sekolah Keutamaan Istri di Cianjur pada 1906, sebelum sekolah tersebut dipindahkan ke Bandung.

  1. Raden Ayu Lasminingrat
    Raden Ayu Lasminingrat merupakan seorang pahlawan perempuan Indonesia yang berperan penting dalam perlawanan rakyat Banten terhadap penjajah Belanda. Meskipun pada akhirnya Banten memisahkan diri dari Jawa Barat, perempuan yang dikenal Nyi Ageng Sareng ini terlibat aktif dalam perang melawan pasukan kolonial Belanda di tatar Sunda.

Beliau dikenal karena peran aktifnya dalam pertempuran melawan pasukan Belanda pada masa perang Diponegoro. Kegigihannya dalam memperjuangkan Indonesia, Raden Ayu Lasminingrat membuktikan bahwa perempuan juga mampu memberi andil dan kontribusi yang besar bagi bangsa.

  1. Suwarsih Djojopuspito
    Suwarsih Djojopuspito lahir pada 20 April 1912 di Cibatok, Bogor. Beliau merupakan seorang penulis Indonesia dari suku Sunda yang menghasilkan novel dalam tiga bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Sunda, dan Bahasa Belanda.

Memiliki nama kecil Tjitjih, Suwarsih merupakan anak dari Raden Bagoes Noersaid Djajasapoetra, seorang dalang wayang kulit yang buta huruf, mampu berbicara dalam tiga bahasa: Jawa, Sunda, dan Indonesia. Suwarsih juga aktif dalam Perkoempoelan Perempoean Soenda dan mendirikan sekolah Loka Siswa.

Wah, keren-keren ya kelima pahlawan perempuan Sunda di atas! Mari kita hargai seluruh pahlawan Indonesia dengan melanjutkan perjuangan mereka dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjunjung tinggi pendidikan dan moral. (Anisa Hanifah/Magang)

Pos Terkait

Pembukaan Pelantikan dan Rakernas ASIKOPTI : Yuk Bangun Kebersamaan, Raih Akreditasi Unggul
Alhamdulillah Dapat 110.553 Formasi CASN, Menag Ucapkan Terima Kasih kepada Presiden
Begini Kisah Duo Srikandi, Siaga Bantu Jemaah Haji di Nabawi
Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Teken Kerja Sama dengan UIN Yogyakarta
Ingat! Jemaah Dilarang Bentangkan Spanduk dan Bendera di Tanah Suci
Ayo Ikutan CPNS 2024, Kemenag Siapkan 1.378 Formasi Khusus IKN
Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Teken Kerja Sama dengan UIN Semarang
Asyik! Kemenag Beri Beasiswa Double Degree Mahasantri Ma’had Aly Ngampus di Malaysia

Pos Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 13:30 WIB

Pembukaan Pelantikan dan Rakernas ASIKOPTI : Yuk Bangun Kebersamaan, Raih Akreditasi Unggul

Kamis, 30 Mei 2024 - 22:16 WIB

Alhamdulillah Dapat 110.553 Formasi CASN, Menag Ucapkan Terima Kasih kepada Presiden

Senin, 27 Mei 2024 - 10:09 WIB

Begini Kisah Duo Srikandi, Siaga Bantu Jemaah Haji di Nabawi

Rabu, 22 Mei 2024 - 16:34 WIB

Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Teken Kerja Sama dengan UIN Yogyakarta

Sabtu, 18 Mei 2024 - 13:03 WIB

Ingat! Jemaah Dilarang Bentangkan Spanduk dan Bendera di Tanah Suci

Kamis, 16 Mei 2024 - 11:29 WIB

Ayo Ikutan CPNS 2024, Kemenag Siapkan 1.378 Formasi Khusus IKN

Senin, 13 Mei 2024 - 23:51 WIB

Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Teken Kerja Sama dengan UIN Semarang

Sabtu, 11 Mei 2024 - 13:25 WIB

Asyik! Kemenag Beri Beasiswa Double Degree Mahasantri Ma’had Aly Ngampus di Malaysia

Pos Terbaru

Reliji

Cerita Haji Baridin

Jumat, 21 Jun 2024 - 15:27 WIB

Reliji

Ibadah, Istiqamah dan Haji

Selasa, 18 Jun 2024 - 12:05 WIB