Purgatory, Bunuh Keturunan Demi Sucikan Arwah Ibu yang Terkubur

Pementasan Teater Awal Bandung

SUNANGUNUNGDJATI.COM- Teater Awal Bandung mempersembahkan “Purgatory”, sebuah judul dalam pertunjukan teatrikal yang menyuguhkan seni peran ini diracik dalam adegan yang epik dan bernuansa alam ghaib, disuguhkan secara live di Gedung Pertunjukan Padepokan Sobarnas, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/02/2022).

Purgatory sendiri berasal dari karya WB Yet yang berkebangsaan Irlandia dan diterjemahkan oleh Suyatna Anirun secara umum ke dalam bahasa Indonesia dan diselaraskan dengan memakai judul Arwah-arwah, disajikan dalam dua sesi, yang pertama pukul 13.00 WIB dan yang ke dua pukul 16.00 WIB.

Menurut sutradara dari pertunjukan ini Dani Jauharuddin yang ditemui usai acara menerangkan, Purgatory adalah sebagai riset untuk lebih mengembangkan dan memahami alur sebuah cerita.

“Purgatory sendiri bermakna Api Pensucian, bercerita tentang bagai mana sebuah proses memutus mata rantai dosa yang biasa dilakukan oleh penganut katolik di Irlandia,” ungkap Dani.

Dani menyebutkan juga bagaimana sejarah mencatat di Irlandia terdapat sebuah kebiasaan umat katolik yang membunuh keturunannya sendiri demi menebus kesucian bagi arwah ibunya yang telah meninggal dunia.

“Bagi kita adalah sebuah pemahaman yang salah, dan hari ini banyak terjadi orang tua yang membunuh anak-anaknya, pun sebaliknya, anak membunuh orang tuanya, nah di sini kita dapat menggambarkan hal itu dalam bentuk teatrikal,” imbuhnya.

Hal senada dikatakan Pimpinan Produksi Seni Teater Purgatory Firman Ferdiansyah, pagelaran ini sebagai bentuk pembelajaran kreatif teater dalam mengenal latar belakang dan membedah serta membentuk karakter.

“Pertama kita ferfom di UIN Ciputat Jakarta, kemudian di UIN Bandung dan yang terakhir di Padepokan Sobarnas Martawijaya Garut ini, dan memang pertunjukan ini adalah sebagai bentuk Program Pentas Keliling,” cetusnya.

Pementasan Purgatory sendiri sebenarnya pernah digelar dalam bentuk online pada bulan Januari 2022 yang lalu, keuntungan dari pementasan ini pun menurut Firman selain berbentuk finansial juga eksistensi baik bagi sanggar Teater nya maupun bagi para pelaku yang terlibat. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button