Menag: Imlek Nasional Bukti Kepedulian Pemerintah kepada Umat Khonghucu

- Editorial Team

Selasa, 13 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNANGUNUNGDJATI.COM

Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas membuka perayaan Imlek Nasional 2024 Masehi / 2575 Khongzili di Gedung Samudera, Jakarta pada Senin (13/2/2024). Perayaan ini digelar oleh Pusat Bimbingan dan Pendidikan (Pusbimdik) Khonghucu Kementerian Agama bekerja sama dengan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN).

Menag mengapresasi tema peryaan Imlek Nasional kali ini, “Malu ketika tidak mengenal rasa malu, membuat orang tidak menanggung malu”. Menurutnya, pesan yang disampaikan sangat bagus, mengajak semua orang tahu diri agar ke depan tak menanggung malu.

“Perayaan imlek selain mengajak kita bahagia juga sebagai ruang refleksi bersama bagi umat manusia terutama bagi umat Khonghucu agar lebih baik ke depan,” ujarnya.

 

Sekarang adalah tahun ke-25 bagi umat Khonghucu dan Masyarakat Tionghoa dapat merayakan Tahun Baru Imlek secara nasional. “Kenyataan ini patut kita syukuri sebagai wujud dari kepedulian Negara dan Pemerintah, dan terjalinnya hubungan yang harmonis di antara sesama warga bangsa,” ucap Menag.

Untuk kemeriahan, Menag telah menginstruksikan kepada seluruh Jajaran Kemenag turut memasang ornamen khas nuansa Imlek, seperti Lampion, bunga Mei Hwa dan sebagainya, pada setiap kantor Kementerian Agama. “Hal tersebut merupakan wujud penghormatan kami kepada umat Khonghucu yang tengah melaksanakan Hari Raya Tahun Barunya,” kata Menag.

Menag menjelaskan, kemeriahan perayaan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili ini dimulai sejak 3 Februari yang diisi kegiatan Bakti Sosial, pertunjukan seni, hingga berlanjut pada hari ke-15 imlek untuk melakukan Persembahyangan Perayaan Cap Go Meh oleh umat Khonghucu.​​​​​​​ Semua Kegiatan menyambut Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili ini adalah bentuk penghormatan dan pelindungan kepada Umat Khonghucu.

“Perayaan ini juga bentuk persatuan holistik dan integral seluruh masyarakat di Indonesia menjelang pesta demokrasi. Tentunya ada ajaran baik Confucius (Nabi Kongzi) untuk kita pedomani yaitu: di empat penjuru lautan, kita semua saudara,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Gus Men mengajak semua umat beragama untuk berdoa bersama agar pemilu yang diselenggarakan dua hari lagi berlangsung damai dan lancar, dan menghasilkan pemimpin yang mencintai rakyatnya. “Dengan pemimpin yang mencintai rakyatnya, insya Allah cita-cita kita menuju Indonesia emas 2045 bisa tercapai,” ungkapnya.

 

Senada dengan Gus Men, Ketua Matakin Xs Budi S Tanuwibowo menjelaskan bahwa saat ini Imlek sudah dirayakan oleh semua, melintasi sekat budaya, bahkan suku bangsa. “Imlek menjadi menjadi momen kebersamaan, layaknya merayakan Idulfitri, Natal, Waisak, dan lainnya,” ujarnya

Ia juga berpesan, menjelang pemilu esok, umat beragama terutama umat Khonghucu tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Tak ada lagi perpecahan dan saling benci pasca pemilu.

“Bangsa ini mempunyai harta berharga karena persatuan, kalau sekarang khawatir karena pilpres itu hal wajar. Namun jangan sampai, nikmatnya kekuasaan lebih penting persatuan, jangan sampai kenikmatan sesaat merusak itu semua. Jangan sampai perpecahan terjadi di nkri,” jelasnya.

Pos Terkait

Selamat Lebaran dalam Bahasa Sunda
Ingin Tahu Organisasi Gerakan Islamis di Jawa Barat dan Banten. Yuk Baca Buku Ini!
Media Miliki Peran Penting dalam Penguatan Moderasi Beragama
Asyik! Kampung Moderasi Beragama Percontohan Bakal Ada di 34 Provinsi
AICIS 2024: Saatnya Memotret Inisiatif Bangun Perdamaian
Begini Cerita Ajeng, Lakon ‘Weton’ Juara Festival Film Moderasi Beragama 2023
Inilah Sunan Gunung Jati, Raja yang Suka Blusukan dalam Berdakwah
Yuk Kenali Abdul Karim: Mengisi Kekosongan Pendidikan Agama

Pos Terkait

Kamis, 11 April 2024 - 13:55 WIB

Selamat Lebaran dalam Bahasa Sunda

Jumat, 5 April 2024 - 08:57 WIB

Ingin Tahu Organisasi Gerakan Islamis di Jawa Barat dan Banten. Yuk Baca Buku Ini!

Senin, 4 Maret 2024 - 21:49 WIB

Media Miliki Peran Penting dalam Penguatan Moderasi Beragama

Rabu, 28 Februari 2024 - 16:21 WIB

Asyik! Kampung Moderasi Beragama Percontohan Bakal Ada di 34 Provinsi

Selasa, 13 Februari 2024 - 10:12 WIB

Menag: Imlek Nasional Bukti Kepedulian Pemerintah kepada Umat Khonghucu

Rabu, 31 Januari 2024 - 22:12 WIB

AICIS 2024: Saatnya Memotret Inisiatif Bangun Perdamaian

Jumat, 5 Januari 2024 - 08:45 WIB

Begini Cerita Ajeng, Lakon ‘Weton’ Juara Festival Film Moderasi Beragama 2023

Rabu, 3 Januari 2024 - 16:07 WIB

Inilah Sunan Gunung Jati, Raja yang Suka Blusukan dalam Berdakwah

Pos Terbaru

Reliji

5 Nilai Orang Bertakwa Pasca Idul Fitri

Jumat, 19 Apr 2024 - 09:45 WIB

Nulis

6 Etika Silaturrahim

Kamis, 18 Apr 2024 - 07:30 WIB