Menu

Mode Gelap

Reliji · 6 Jan 2023 ·

Kampanye Islam Agama Cinta dengan Media Anak Muda Ala Habib Husein Ja’far


 Kampanye Islam Agama Cinta dengan Media Anak Muda Ala Habib Husein Ja’far Perbesar

SUNANGUNUNGDJATI.COM

Saat ini, berdakwah perlu cara dan media baru agar bisa diterima anak muda. Seperti yang dilakukan Husein Ja’far yang memanfaatkan media sosial

Ini eranya gadget. Ini eranya media sosial. Ini eranya Artificial Intelegence (AI). Ini eranya di mana generasi muda belajar dan berkomunikasi melalui media digital.

Data yang dirilis oleh Hootsuite We are Social pada 2021 menunjukan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta.

Sebanyak 93,8 persen diantaranya adalah netizen pengakses media berbagi video Youtube. Ini berarti masyarakat Indonesia yang terkoneksi internet lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menonton video melalui Youtube.

Sedangkan menurut usia, pengguna internet dengan kategori usia 13-34 tahun serta aktif menggunakan media sosial mencapai 131 juta pengguna atau 77,3 persen dari total user pengguna media sosial yang mencapai 170 juta.

Selain menjadi media transmisi informasi dan ide, media sosial juga menjadi sarana ideologisasi, termasuk terorisme.

Data Brookings Institute pada 2015 menunjukan bahwa media sosial menjadi wahana kelompok ISIS mentransmisikan konten-konten terorisme dan kekerasan.

Setiap harinya tercatat 90 ribuan pesan/konten digital disebar melalui media sosial yang dikelola ISIS. Bahkan pada Agustus 2016, Twitter menutup sebanyak 360 akun yang mempromosikan terorisme dan kekerasan.

Hal senada dilakukan oleh pemerintah melalui Kominfo. Pada Juli 2016 setidaknya ada 4.602 akun medsos dengan konten negatif telah diblokir karena adanya aduan masyarakat.

Ihwal Habib Husein Ja’far Berdakwah Lewat Medsos

Masifnya pemanfaatan media sosial oleh kelompok teroris dan radikal inilah yang menjadi salah satu pendorong Habib Husein Ja’far mengisi media sosial dengan konten-konten Islam yang cinta damai.

Sebelum aktif bermedia sosial, Habib Husein Ja’far rajin keliling cafe, tempat nongkrongnya generasi muda untuk berdakwah. Kegiatan tersebut terus dilakukan sampai akhirnya pada Mei 2018, Habib Husein Ja’far memulai membuat akun YouTube dengan nama Channel Jeda Nulis.

Lahirnya channel Youtube Jeda Nulis ditengarai karena masyarakat Indonesia lebih banyak menonton video di Youtube daripada membaca. Tercatat sebanyak 180 video telah diupload di channel Youtube Jeda Nulis dengan jumlah subscribers mencapai 720 ribu.

Tema dakwah melalui Youtube yang disampaikan oleh Habib Husein Ja’far sekitar Islam moderat yang disampaikan langsung oleh Habib Husein.

Kontennya terdiri dari dakwah bersama tokoh inspiratif yakni obrolan bersama tokoh atau influencer, dakwah kepada generasi muda yakni dakwah kolaboratif dengan komika dan influencer lainnya.

Konten lainnya ialah memperdalam Islam bersama ulama yakni kajian dengan menghadirkan ulama, dan dakwah bersama tokoh lintas agama, yakni kajian dengan mendatangkan narasumber tokoh agama lainnya.

Kolaborasi yang dilakukan Habib Husein dengan tokoh dan influencer menandakan Habib Husein sangat paham bagaimana mesin alogaritma media sosial bekerja. Hal inilah yang memperkuat resonansi pesan damai Habib Husein untuk generasi muda.

Menemukan Frekuensi Positif dengan Memahami Algoritma Media Sosial 

Dalam sebuah wawancara dengan detik.com, Husein Ja’far menyatakan bahwa ini eranya media sosial, maka dalam berdakwah pun harus adaptif dengan perkembangan media dakwahnya.

Habib Husein Ja’far pun menyatakan kalau kita tidak kekurangan orang positif, namun orang-orang positif tersebut jarang yang mau masuk ke dunia anak muda. Akhirnya media anak muda ini dipenuhi oleh konten-konten hiburan semata.

Untuk itu, Habib Husein menjelaskan bahwa kita perlu memperbanyak orang-orang yang positif dan mau merambah ke media sosial yang digandrungi anak muda.

Para ustad itu perlu membuat konten yang tidak hanya positif tetapi juga harus sip. Inilah yang menjadi tantangan ustad-ustad moderat yang kurang memperhatikan kualitas video yang diproduksinya.

“Salah satu kelemahan dakwah ustad moderat adalah tidak dikelola oleh manajemen yang baik. Sehingga tampilan videonya kadang serampangan.” (Detik.com.)

Kini, membuat konten yang bagus saja tidak cukup, perlu upaya lebih agar tampilan video menjadi lebih asyik dan sip. Seperti dijelaskan sebelumnya, netizen Indonesia lebih banyak menonton video daripada jenis konten lainnya.

Menurut Husein Ja’far, alogaritma menentukan banyak atau tidaknya penonton suatu video. Semakin kontroversi maka sebuah konten akan semakin dikenal atau viral. Habib Husein menjelaskan kalau dirinya sangat serius mempelajari alogaritma media sosial kenapa suatu konten bisa viral.

“Alogaritma itu berbasis pada kontroversi bukan isi. Alogaritma itu berbasis pada sensasi bukan kemanfaatan. Alogaritma berbasis pada banyaknya penonton bukan pada kualitas tontonan itu sendiri. Alogaritma itu berbasis pada tampilan luar bukan tampilan dalam.”

Alogaritma semacam ini menurut Habib Husein mendorong lahirnya orang-orang terkenal karena kontroversinya bukan orang yang banyak memberikan manfaat.

Algoritma media sosial itu berbasis pada tampilan luarnya, maka yang dikembangkan oleh Habib Husen adalah kreativitas yang digali dari dalam dirinya. Sebagai seorang Habib, nilai plus yang dia miliki adalah kepercayaan orang dengan ilmu agamanya.

Pesan Cinta Habib Husein

Habib Husein hadir menjadi seorang pemuka agama yang menyampaikan pesan-pesan damai, pesan Islam sebagai agama penuh cinta pada para pengikutnya.

Pemahaman keagamaan ini dikolaborasikan dengan pengamatanya mengenai media sosial yang menjadikan Habib Husein seperti sekarang ini.

Pesan-pesan damai yang disampaikan oleh Habib Husein melalui Channel Youtubenya diterima dengan sangat baik oleh generasi muda, apalagi Habib Husein memperkuat resonansinya dengan sering berkolaborasi dengan publik figur lainnya.

Ada tiga pesan penting yang disampaikan Habib Husein untuk generasi muda agar selalu positif dalam bermain media sosial, yakni memanfaatkan media sosial dengan mengikuti karakter alogaritma media sosial. Jika ingin tetap positif, berikut tiga tips Habib Husein untuk generasi muda:

Pertama, pastikan hanya memfollow akun-akun positif. Kedua, hanya share, like dan komentar di konten positif. Ketiga, beraktivitas di media sosial untuk sesuatu yang positif.

Apa yang disampaikan oleh Habib Husein ini adalah upaya agar kita bisa terus dalam frekuensi positif. Bila ketiga hal itu dilakukan dengan konsisten, maka alogaritma media sosial kita akan semakin positif dan kita hanya akan membesarkan konten-konten positif di media sosial.

Penulis:

Yusep Munawar Sofyan

 

Daftar Bacaan

Azis Setya Nurrohman, Strategi Dakwah Digital Habib Husein Ja’far Al-Hadar dalam Konten Youtube Jeda Nulis. Skripsi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, IAIN Ponorogo 2021.

“Propaganda Efektif ISIS di Jejaring Sosial” dalam https://tirto.id/propaganda-efektif-isis-di-jejaring-sosial-bCpH diakses pada 7 Februari 2022.

“Bikin Narasi Positif Makin Sip! Jurus jurus Digital Storytelling untuk Suarakan Perdamaian” dalam Channel Youtube PeaceGenID https://www.youtube.com/watch?v=GQtl4MQxPHQ diakses pada 7 Februari 2022.

“Cara Habib Husein Ja’far Sebarkan Ilmu Agama ke Generasi Muda” dalam https://video.medcom.id/ramadan/nN9rxWRb-cara-habib-husein-ja-far-sebarkan-ilmu-agama-ke-generasi-muda diakses pada 7 Februari 2022

“Dakwah Digital Sang Habib Muda” dalam https://news.detik.com/x/detail/intermeso/20190601/Dakwah-Digital-Sang-Habib-Muda/ diakses pada 5 Februari 2022.

“Habib HUsein, Dai Muda dan Islam Cinta” dalam https://www.republika.co.id/berita/qahfim458/habib-husein-dai-muda-dan-islam-cinta diakses pada 5 Februari 2022.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Editorial Team

Baca Lainnya

Rezeki Sehat

8 Februari 2023 - 08:45

Tolak Negara Khilafah! Jadi Rekomendasi Harlah 1 Abad NU

7 Februari 2023 - 12:12

Islam dan Jihad Literasi

26 Januari 2023 - 07:40

5 Tafsir Mimpi Menurut Islam

20 Desember 2022 - 14:29

Menyikapi Bencana

19 Desember 2022 - 14:12

Amalan Terbaik di Bulan Puasa

8 April 2022 - 16:02

Trending di Ramadan