Fikih Budaya, Kiai Kusen: Muhammadiyah Tidak Anti Budaya Lokal

- Editorial Team

Kamis, 8 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNANGUNUNGDJATI.COM

Sejak kelahirannya, Muhammadiyah tidak bersikap antipati terhadap kebudayaan lokal. Kebudayaan itu, justru digunakan sebagai salah satu pendekatan syiar dan dakwah Islam.

Tokoh-tokoh Muhammadiyah kerap dijumpai mengakomodasi kebudayaan itu. Salah satu contohnya cara berpakaian Ki Bagus Hadikusumo yang menggambarkan sosok seorang Jawa Tulen; pakaian beskap dan blangkon.

Dalam rangka menguatkan ikatan Muhammadiyah dengan kebudayaan, Lembaga Seni Budaya (LSB) Pengurus Daerah Muhammadiyah (PMD) Kota Batu menggelar Orasi Fiqih Budaya.

Orasi kebudayaan bertajuk ‘Apresiasi Ragam Cahaya Islami’ ini dipaparkan oleh Wakil Ketua LSB Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kiai Cepu Husen, Ph.D.

Dalam orasinya, Kusen menyebut bahwa kesuksesan persebaran Islam di Nusantara dipengaruhi oleh penggunaan jalur-jalur kultural yang mengakomodasi budaya lokal setempat disesuaikan dengan prinsip pokok ajaran Islam.

Melalui proses akulturasi dan asimilasi ini lahirlah entitas Islam yang khas Nusantara. Tak berhenti di sini, Muhammadiyah kata Kusen perlu menguatkan kembali soal fikih kebudayaan.

“Secara empiris, interaksi Islam dengan kemajemukan budaya Nusantara menuntut adanya pemikiran ulang terhadap ilmu fikih yang dipadukan dengan sosio-kultural masyarakat Indonesia. Jika tak ada harmonisasi antara keduanya maka akan menimbulkan ketaksaan (ambiguitas) bagi pemeluknya,” kata Kusen dikutip, Kamis (8/6/2023).

Senada dengannya, Ketua PDM Kota Batu, Tsalis Rifai menegaskan urgensi memahami dan menerapkan fikih kebudayaan yang mengacu pada pemahaman dan penyesuaian hukum Islam dengan nilai-nilai budaya setempat, dengan tetap memegang teguh prinsip-prinsip ajaran agama serta upaya untuk menjaga harmoni dan kesepahaman antara komunitas-komunitas yang berbeda.

“Dengan memahami dan mengamalkan ajaran Islam yang relevan dengan konteks budaya lokal, umat Muslim dapat menciptakan harmoni antara identitas keagamaan dan kebudayaan mereka,” ujarnya.

“Sebetulnya warga Muhammadiyah tidak alergi terhadap aspek seni budaya. Seni budaya boleh hukumnya asal membawa pencerahan dan tidak menimbulkan kemusyrikan. Hal itu ditegaskan dalam Muktamar Muhammadiyah di Jakarta tahun 2000,” imbuh Tsalis.

Adapun Ketua LSB Muhammadiyah Kota Batu, Akbar Mahadi mengatakan jika gelaran kebudayaan ini merupakankali pertama sejak kelahiran Muhammadiyah Batu pada tahun 2000. Acara semacam ini menurutnya penting sebagai untuk mengaktualisasi ideologi Muhammadiyah di tengah masyarakat.

“Maka bagi warga Muhammadiyah dibutuhkan pemahan fikih kebudayaan. Kami juga mengenalkann LSB Muhammadiyah yang sudah lama vakum sejak 2010 lalu. Misi kami tak lepas dari strategi dakwah melalui pendekatan seni budaya,” ungkap Akbar.

Pos Terkait

Selamat Lebaran dalam Bahasa Sunda
Ingin Tahu Organisasi Gerakan Islamis di Jawa Barat dan Banten. Yuk Baca Buku Ini!
Media Miliki Peran Penting dalam Penguatan Moderasi Beragama
Asyik! Kampung Moderasi Beragama Percontohan Bakal Ada di 34 Provinsi
Menag: Imlek Nasional Bukti Kepedulian Pemerintah kepada Umat Khonghucu
AICIS 2024: Saatnya Memotret Inisiatif Bangun Perdamaian
Begini Cerita Ajeng, Lakon ‘Weton’ Juara Festival Film Moderasi Beragama 2023
Inilah Sunan Gunung Jati, Raja yang Suka Blusukan dalam Berdakwah

Pos Terkait

Kamis, 11 April 2024 - 13:55 WIB

Selamat Lebaran dalam Bahasa Sunda

Jumat, 5 April 2024 - 08:57 WIB

Ingin Tahu Organisasi Gerakan Islamis di Jawa Barat dan Banten. Yuk Baca Buku Ini!

Senin, 4 Maret 2024 - 21:49 WIB

Media Miliki Peran Penting dalam Penguatan Moderasi Beragama

Rabu, 28 Februari 2024 - 16:21 WIB

Asyik! Kampung Moderasi Beragama Percontohan Bakal Ada di 34 Provinsi

Selasa, 13 Februari 2024 - 10:12 WIB

Menag: Imlek Nasional Bukti Kepedulian Pemerintah kepada Umat Khonghucu

Rabu, 31 Januari 2024 - 22:12 WIB

AICIS 2024: Saatnya Memotret Inisiatif Bangun Perdamaian

Jumat, 5 Januari 2024 - 08:45 WIB

Begini Cerita Ajeng, Lakon ‘Weton’ Juara Festival Film Moderasi Beragama 2023

Rabu, 3 Januari 2024 - 16:07 WIB

Inilah Sunan Gunung Jati, Raja yang Suka Blusukan dalam Berdakwah

Pos Terbaru

Reliji

5 Nilai Orang Bertakwa Pasca Idul Fitri

Jumat, 19 Apr 2024 - 09:45 WIB

Nulis

6 Etika Silaturrahim

Kamis, 18 Apr 2024 - 07:30 WIB