Cultural Studies dan Proyek Besar

- Editorial Team

Jumat, 19 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Group Of Students Meeting For Tutorial With Teacher

Group Of Students Meeting For Tutorial With Teacher

AHMAD SAHIDIN, penulis buku Tanda-Tanda Kiamat Mendekat.

SUNANGUNUNGDJATI.COM

Dalam Cultural Studies (kajian-kajian budaya) langkah operasional kajiannya tidak terpaku pada satu pendekatan, tetapi interdisipliner dan multi-metodologi. Bahkan saking multi-nya cultural studies-an sendiri menganggap dirinya anti-disiplin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itulah saya membaginya pada dua wilayah. Pertama wilayah teoritis-metodologis yang meliputi hakikat, faktor-faktor, sifat-sifat, konsep-konsep (diaspora, mimikri, counter culture, local wisdom, hegemoni, dominasi, minoritas, mayoritas, resistensi dan anti-resistensi, kontestasi dll) dan aliran-aliran pendekatan (metodologis) seperti emic-etic (Clifford Geertz), strukturalisme (Ferdinand de Saussure, Claude Levi Strauss), etnometodologi (PP. Broca—Perancis, R. Virchov—Jerman, G. Sergi—Italia, EB. Tylor—Inggris) dan lainnya.

Sedangkan yang ke-dua adalah subject-matter budaya yang di dalamnya terdapat sub-sub atau unsur-unsur yang meliputi benda material; sistem sosial society ; sistem religi; bahasa; kesenian; mata pencaharian; dan ilmu pengetahuan. Atau bisa dikatakan membahas pelbagai hal yang berkaitan dengan fenomena manusia seperti kreatifitas, praktik-praktik budaya dan bentuk-bentuk kebudayaan yang ada, baik di masa lalu, masa kini maupun perencanaan-perencanaan kebudayaan baru. Dan memang cultural studies pada awalnya ditandai dengan maraknya pembebasan masyarakat kulit hitam dan emigran yang termarjinalkan (cross cultural society) oleh dominasi masyarakat kulit putih.

Inilah salah satu alasan lahirnya cultural studies yaitu pada tahun 1964 dengan nama Centre for Contemporary Cultural Studies (CCCS) di Universitas Bermingham, Inggris. Adapun pendirinya antara lain Richard Hoggard, John Stuart Hall dan Raymond Williams, yang ketiganya merupakan intelektual yang berasal dari kelas bawah. Mereka berupaya mengangkat kebudayaannya (yang sering dianggap rendah) dengan meminjam pelbagai teori dan metodologi cabang-cabang studi humaniora.

Cultural studies memang punya kehendak untuk melawan diskriminasi, penindasan dan mengungkap pelbagai ideologi sekaligus merekonstruksi dan mengubah struktur dominan dalam masyarakat. Menurut Antonius Sumarwan (dosen STF Driyarkara, Jakarta), cultural studies ini telah mengambil inspirasi dari marxisme, yang mengasumsikan bahwa masyarakat industri kapitalis terbagi secara tidak seimbang menurut garis kelas, gender dan etnik.8 Sehingga pada tahun 1970-an, cultural studies tertarik untuk mencermati life style kalangan hitam seperti mods, rocker, rap dan punk; yang tingkah lakunya dianggap simbol perlawanan terhadap budaya dominan.

Kemudian di tahun 1980-an, cultural studies memperluas kajiannya pada isu-isu gender, perbedaan ras, identitas dan pengalaman kolonialisme dan bahkan cultural studies telah meluaskan pengaruhnya di berbagai dunia.

Di Canada, cultural studies menggali konsep-konsep praktik kebangsaan; di Australia, cultural studies menjadi sarana untuk membebaskan Australia dari pengaruh superioritas budaya Inggris; dan di Perancis, cultural studies berbicara pada persoalan identitas kaum imigran dari daerah bekas jajahan; dan begitupun di negeri India, cultural studies mengelola persoalan transformasi masyarakat pra-modern menuju masyarakat modern—dengan menggunakan cerita-cerita dari kelompok petani dan pemberontak yang melakukan perlawanan terhadap penjajah Inggris.

Dan memang cultural studies membahas persoalan seperti post-kolonial, multikulturalisme, ras dan identitas, ruang diaspora, gender, mitos dll; sehingga yang menjadi lahan kajiannya adalah segala bentuk representasi budaya seperti koran, majalah, televisi, tradisi, karya sastra dan segala bentuk praktik kebudayaan yang terjadi.

Namun jika ditilik-tilik mengenai hadirnya cultural studies memang dapat membawa angin segar dalam membaca atau mengkaji kebudayaan lokal di masyarakat (seperti yang saya lakukan pada mitos Mundinglaya). Namun dibalik kegembiraan itu saya pun pantas bercuriga bahwa cultural studies—jika dipakai di negeri kita—akan memunculkan bibit-bibit (ideologi) rasisme dan memecahkan integrasi-nasionalisme (Indonesia) dengan timbulnya rasa chauvinisme yang berlebihan; yang sekaligus menina-bobokan persoalan besar—seperti neo-colonialisme bergaya isu teroris dan free market—dengan mengalih(perhatian)kan pada etnisitas dan lokalitas serta “narasi-narasi kecil” yang sesungguhnya sudah mandiri dalam keberadaannya.

Proyek ini seiring juga dengan hadirnya the chaos theory dan post-modernism yang mengacak-acak tatanan “narasi-besar” dan membiarkan terserak begitu saja menjadi “narasi-narasi kecil” dengan ketidakteraturannya kembali ke zaman sofis. Bukankah cabang pengetahuan seperti antropologi, sosiologi, komunikasi, filsafat, teologi dan lainnya menjadi produk masa silam dan sekaligus kini kita hanya menjadi pemelihara “museum-museum” ilmu pengetahuan saja.

Pos Terkait

Proposal Penelitian itu Pendahuluan Karya Ilmiah
Bagenda Ali sareng Rakyan Sancang
Bagaimana Membuat Tulisan Renyah dan Enak Dibaca?
Yuk Mahasiswa Merapat! Inilah Peluang Proyek Penulisan Akademik Kontinum
Islam dan Kekuasaan Sunda
Semasa Kuliah Mahasiswa Harus Ikuti Proyek Penulisan Akademik Kontinum
Inilah 3 Cara Cepat Menulis Karya Ilmiah
Yuk Ikuti Tips dan Trik Menulis Latar Belakang

Pos Terkait

Senin, 29 Januari 2024 - 15:18 WIB

Proposal Penelitian itu Pendahuluan Karya Ilmiah

Jumat, 19 Januari 2024 - 09:24 WIB

Bagenda Ali sareng Rakyan Sancang

Jumat, 12 Januari 2024 - 08:59 WIB

Bagaimana Membuat Tulisan Renyah dan Enak Dibaca?

Rabu, 10 Januari 2024 - 09:34 WIB

Yuk Mahasiswa Merapat! Inilah Peluang Proyek Penulisan Akademik Kontinum

Kamis, 4 Januari 2024 - 13:14 WIB

Islam dan Kekuasaan Sunda

Sabtu, 30 Desember 2023 - 16:35 WIB

Semasa Kuliah Mahasiswa Harus Ikuti Proyek Penulisan Akademik Kontinum

Kamis, 28 Desember 2023 - 16:37 WIB

Inilah 3 Cara Cepat Menulis Karya Ilmiah

Sabtu, 23 Desember 2023 - 16:42 WIB

Yuk Ikuti Tips dan Trik Menulis Latar Belakang

Pos Terbaru

Reliji

Ingat! Sidang Isbat Awal Ramadan Digelar 10 Maret 2024

Senin, 19 Feb 2024 - 23:42 WIB

Hikmah

Isra Mikraj, Komitmen Keimanan dan Kesalehan Sosial

Minggu, 11 Feb 2024 - 10:02 WIB