Budaya Toleransi Kunci Utama Mengelola Perbedaan

- Editorial Team

Rabu, 30 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNANGUNUNGDJATI.COM

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menggarisbawahi pentingnya mengukuhkan budaya toleransi (culture of tolerance) dalam menghadapi dinamika globalisasi. Konflik dan perang masih terjadi di berbagai tempat yang berdampak pada migrasi besar-besaran manusia. Bencana dan perubahan iklim juga mengantarkan perjumpaan antarmanusia secara baru dan terus-menerus.

Menurut Menag, tiap masyarakat, tiap bangsa, dan tiap etnis saat ini dipaksa untuk secara permanen berhadapan dengan mereka yang lain (the other), dan mereka yang berbeda (difference). “Tanpa culture of tolerance, gejolak dan perubahan ini akan dengan mudah terpeleset menjadi tragedi kemanusiaan baru,” tegas Menag Yaqut saat memberikan sambutan pada pembukaan Jakarta Plurilateral Dialogue (JPD) 2023, di Jakarta, Rabu  (30/8/2023).

Acara ini diselenggarakan atas kerja sama Kantor Staf Presiden, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Agama. Tema yang diangkat, “Strengthening the Culture of Tolerance by Mainstreaming the UN Resolution 16/18”. JDP dihadiri para tokoh agama, aktivis HAM, perwakilan Kedubes 64 negara, FKUB 34 provinsi, para penyuluh agama, dan para akademisi dari berbagai negara.

“Budaya toleransi merupakan kunci utama dalam mengelola keragaman dan perbedaan,” sambung Menag.

Bagi Indonesia, kata Menag, memperkuat budaya toleransi dan mempertahankan masyarakat majemuk yang terbuka, satu garis lurus dengan keperluan dan agenda melestarikan demokrasi dan menjamin hak-hak asasi manusia. Pengalaman Indonesia dalam merawat toleransi, erat kaitannya dengan budaya demokrasi yang dianut oleh masyarakat Indonesia.

“Indonesia merupakan salah satu negara dengan eksperimen toleransi terpanjang dan paling intens. Tradisi dan kepercayaan Indonesia mendorong warga negara untuk memahami, mengilustrasikan, dan menerjemahkan perbedaan menjadi fakta yang dapat dimengerti dan diadaptasikan dalam pergaulan sesama warga,” ujar Gus Yaqut.

“Kami, Indonesia, menyadari betul bahwa tak ada hidup bersama yang tidak plural, tidak ada sejarah yang tidak ditandai dengan kemajemukan. Pluralitas adalah ciri kodrati tata realitas, baik natural maupun kultural. Karena itu penolakan terhadap pluralitas sesungguhnya adalah penyangkalan terhadap realitas,” sambung Gus Men, sapaan akrab Menag.

Menag Yaqut menyambut baik setiap inisiatif untuk terus menguatkan budaya toleransi. Mainstreaming UN Human Rights Council Resolution 16/18 harus didukung. “Sebagai bagian dari masyarakat global, Indonesia siap berbagi praktik baik dalam penguatan budaya toleransi yang banyak berkembang di masyarakat,”

Pos Terkait

Pembukaan Pelantikan dan Rakernas ASIKOPTI : Yuk Bangun Kebersamaan, Raih Akreditasi Unggul
Alhamdulillah Dapat 110.553 Formasi CASN, Menag Ucapkan Terima Kasih kepada Presiden
Begini Kisah Duo Srikandi, Siaga Bantu Jemaah Haji di Nabawi
Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Teken Kerja Sama dengan UIN Yogyakarta
Ingat! Jemaah Dilarang Bentangkan Spanduk dan Bendera di Tanah Suci
Ayo Ikutan CPNS 2024, Kemenag Siapkan 1.378 Formasi Khusus IKN
Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Teken Kerja Sama dengan UIN Semarang
Asyik! Kemenag Beri Beasiswa Double Degree Mahasantri Ma’had Aly Ngampus di Malaysia

Pos Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 13:30 WIB

Pembukaan Pelantikan dan Rakernas ASIKOPTI : Yuk Bangun Kebersamaan, Raih Akreditasi Unggul

Kamis, 30 Mei 2024 - 22:16 WIB

Alhamdulillah Dapat 110.553 Formasi CASN, Menag Ucapkan Terima Kasih kepada Presiden

Senin, 27 Mei 2024 - 10:09 WIB

Begini Kisah Duo Srikandi, Siaga Bantu Jemaah Haji di Nabawi

Rabu, 22 Mei 2024 - 16:34 WIB

Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Teken Kerja Sama dengan UIN Yogyakarta

Sabtu, 18 Mei 2024 - 13:03 WIB

Ingat! Jemaah Dilarang Bentangkan Spanduk dan Bendera di Tanah Suci

Kamis, 16 Mei 2024 - 11:29 WIB

Ayo Ikutan CPNS 2024, Kemenag Siapkan 1.378 Formasi Khusus IKN

Senin, 13 Mei 2024 - 23:51 WIB

Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Teken Kerja Sama dengan UIN Semarang

Sabtu, 11 Mei 2024 - 13:25 WIB

Asyik! Kemenag Beri Beasiswa Double Degree Mahasantri Ma’had Aly Ngampus di Malaysia

Pos Terbaru

Reliji

Cerita Haji Baridin

Jumat, 21 Jun 2024 - 15:27 WIB

Reliji

Ibadah, Istiqamah dan Haji

Selasa, 18 Jun 2024 - 12:05 WIB