Workshop Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah, Cara Jitu UIN Bandung Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa FAH

- Editorial Team

Kamis, 4 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNANGUNUNGDJATI.COM — Upaya meningkatkan gairah menulis di kalangan mahasiswa, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Workshop Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah yang berlangsung di Aula FAH, Kamis (4/7/2024).

Founder Kelas Menulis UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Wahyudin Darmalaksana menjadi pembicara utama bertajuk “Optimalisasi Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah dalam rangka Peningkatan Kompetensi Mahasiswa” yang dipandu oleh Bunyamin Fasya (dosen, sastrawan).

Dekan FAH, Dr. H. Dedi Supriadi, M.Hum menegaskan workshop ini merupakan ikhtiar bersama dalam menciptakan atmosfer akademik dengan menjadikan artikel ilmiah sebagai pengganti skripsi.

“Tujuannya agar mahasiswa jadi sarjana punya kelebihan. Beda dengan angkatan 1990-an atau 2000 awal, ketika disuruh buat artikel pasti keren-keren. Walaupun tidak punya buku, tapi masih bisa baca di toko buku. Sekarang nyaris tidak punya pengunjung untuk toko buku. Dulu referensi yang tertulis, buku, toko buku jadi andalan. Saat ini membaca nyaris tidak menjadi hal yang menarik, daya beli, baca mahasiswa nyaris rendah. Sekarang ke Perpus kosong, paling buka skripsi yang paling banyak dicari,” jelasnya.

Berangkat dari permasalahan itu, “Pada hari ini dari kelemahan membaca, tradisi menulis yang pernah jaya, kita ingin membangkitkan ghiroh menulis agar tidak luntur. Caranya dengan membaca artikel, menulis jurnal. Kegiatan ini menjadi upaya alternatif pilihan untuk mempersiapkan skil pilihan, dengan harapan dari artikel jurnal ilmiah ini bisa jadi pengganti skripsi. Mudah-mudahan dari adanya kelas menulis di lingkungan Fakultas mampu melahirkan artikel dan terpublikasi di Sinta 2. Jadilah pelopor dalam menulis karya ilmiah sebagai pengganti skripsi,” tegasnya.

Wakil Dekan III, Dr. Dadan Firdaus, M.Ag melaporkan sebanyak 60 peserta mengikuti workshop penulisan artkel jurnal ilmiah. “Awalnya yang daftar ada 120 peserta diseleksi jadi 60, dari 60 peserta yang mengikuti workshop bengkel tulisan ini diharapkan dapat melahirkan 30 tulisan ilmiah yang dapat dipublikasikan pada Sinta 2 sebagai pengganti skripsi,” jelasnya.

Secara teknis workshop bengkel tulisan dilakukan selama satu bulan lebih dengan melibatkan instruktur, pembimbing dan pendamping dari dosen. “Untuk pembukaan dilakukan bersama ahli, dilanjutkan konsultasi dengan pembimbing pada grup whatsapp, setelah konsultasi, proses bimbingan terus ditingkatkan baik online maupun ofline. Selain Sinta 2, dari hasil tulisan ini diharapkan bisa publish di Sinta 3 dan Sinta 4. Ini target yang ingin dicapai pimpinan di mana produk sangat penting dari workshop ini, bukan hanya transformasi pengetahuan, juga tulisannya terpublikasi pada indeks Sinta, sehingga budaya menulis tetap terjaga dan produktivitas karya ilmiah semakin meningkat,” papar Dr. Dadan Firdaus, M.Ag.

Yudi sapaan akrab narasumber memulai dari 3 pertanyaan: apa itu artikel ilmiah? apa itu jurnal ilmiah? dan apa itu publikasi ilmiah? Menurutnya, “Artikel Ilmiah adalah tulisan hasil riset. Jurnal ilmiah adalah wadah tulisan hasil riset. Publikasi ilmiah adalah penyebarluasan tulisan hasil riset. Jadi kita mau menulis hasil riset untuk dikirim ke jurnal ilmiah sebagai wujud publikasi ilmiah,” ujarnya.

Publikasi ilmiah sangat penting sebagai informasi bagi masyarakat, peningkatan pengakuan kampus, dan bukti produktivitas riset yang dapat dilihat di Google Scholar. Orang biasanya mencari referensi di Google Scholar berupa artikel-artikel jurnal ilmiah. Google Scholar menyimpan ribuan artikel jurnal bereputasi. Kita masukan kata kunci materi yang dibutuhkan maka setelah enter akan muncul artikel-artikel terkait. “Uniknya Google Scholar juga menyidiakan vitur kisaran tahun. Jadi kita bisa menemukan hasil-hasil penelitian terbaru atau mutakhir di bidang atau seputar topik yang dibutuhkan,” jelasnya.

Untuk menjaga produktivitas, pendamping Kelas Menulis, Hidayatul Fikra, Lulusan magister Psikologi Unpad menuturkan “Tips produktif, hari ini harus lebih baik dari kemarin, terus belajar menulis.” Muhamad Yoga Firdaus, alumni Pascasrjana UIN Bandung menambahkan “Selalu belajar, sering membaca yang trendi agar jadi inspirasi, untuk terus menulis.”

Prof. Yudi menegaskan peningkatan kompetensi mahasiswa dalam bidang penulisan karya ilmiah harus diawali dengan mengelola tiga kekuatan: Pertama, Jaga kesehatan, “karena kesehatan itu mahal, apalagi gangguan kesehatan mental sedang marak terjadi,” ujarnya. Kedua, Bikin seru, “Hari ini saya bahagia terpanggil untuk menemani teman-teman mahasiswa Adab pada bengkel menulis. Dengan seru-seruan kita giat latihan, submit, dan terbit. Menulis artikel jurnal ilmiah itu harus seru dan serius,” paparnya. Ketiga, Jangan lupa bahagia, “Karena kebahagiaan secara esensial dari Allah, jadi tidak ada alasan untuk tidak bahagi,” tuturnya.

Saat ini merupakan era penerbitan artikel mahasiswa jenjang sarjana. Tentu ada kiat untuk sukses di bidang ini. Kiat ini pasti berkembang di masa depan seiring dengan ditemukannya strategi yang lebih relevan.

Berikut ini tujuh kiat yang tepat dan praktis dilakukan oleh mahasiswa di masa sekarang: Pertama, unduh modul atau template artikel dari jurnal. Kedua, pelajari bersama template tersebut. Kita tidak cukup share saja template artikel, tetapi bagian-bagian template mesti dipelajari bersama. Ketiga, sepakati bersama bagian yang akan dikerjakan pertama dari template itu. Ada baiknya mula pertama masing-masing mahasiswa menentukan topik pembahasan.

Keempat, penulisan mengacu template sesuai tahapan yang telah disepakti bersama. Kami biasanya mulai dari rumusan masalah dan tujuan penelitian. Pastinya menyusun tahapan penulisan pada bagian-bagian template merupakan bagian dari strategi penulisan. Kelima, jadikan kemajuan tahapan sebagai model bagi yang lain. Terkadang ada mahasiswa kirim pesan “mohon maaf saya tertinggal beberapa tahap, saya akan mengejarnya.” Keenam, pastikan semua mahasiswa telah menuntaskan seluruh tahapan. Ketujuh, beri mereka apresiasi! Tahapan penulisan memiliki arti penting dalam penerbitan artikel mahasiswa di jurnal ilmiah.

“Semua mahasiswa pasti bisa terlebih dengan terus mendapat motivasi, pendampingan, dan memastikan mereka sukses. Terimakasih, selamat mencoba yakin berhasil!” pungkasnya.

Pembukaan workshop penulisan artikel jurnal ilmiah dihadiri oleh Wakil Dekan I FAH, Dr. Rohanda, M.Ag. Wakil Dekan II FAH, Dr. Samsudin, M.Ag., dan Tenaga Kependidikan di lingkungan FAH UIN Sunan Gunung Djati Bandung.  

Pos Terkait

Asyik! MAN Insan Cendekia Sumedang Tahun Ini Resmi Beroperasi
Asyik! Mendikbudristek Ajak Perguruan Tinggi Jaga Moderasi dan Toleransi
Inilah Penting Penguatan Moderasi Beragama
Menag: Pemimpin Harus Berani Berinovasi
Asyik! Kemenag Susun Terjemahan Al-Qur’an Bahasa Betawi
Hari Jadi Cirebon 597, Pj Walikota Ajak Warga Teladani Sunan Gunung Jati
Dekan FEBI UIN Bandung: Kebangetan Kalau Alumni Tidak Kaya
Asyik! Pimpinan Al-Azhar Mesir Temui Menag, Bahas Seleksi Calon Mahasiswa Indonesia

Pos Terkait

Rabu, 24 Juli 2024 - 12:22 WIB

Asyik! MAN Insan Cendekia Sumedang Tahun Ini Resmi Beroperasi

Minggu, 21 Juli 2024 - 12:06 WIB

Asyik! Mendikbudristek Ajak Perguruan Tinggi Jaga Moderasi dan Toleransi

Senin, 15 Juli 2024 - 20:44 WIB

Menag: Pemimpin Harus Berani Berinovasi

Minggu, 14 Juli 2024 - 09:40 WIB

Asyik! Kemenag Susun Terjemahan Al-Qur’an Bahasa Betawi

Minggu, 7 Juli 2024 - 23:16 WIB

Hari Jadi Cirebon 597, Pj Walikota Ajak Warga Teladani Sunan Gunung Jati

Sabtu, 6 Juli 2024 - 10:55 WIB

Dekan FEBI UIN Bandung: Kebangetan Kalau Alumni Tidak Kaya

Kamis, 4 Juli 2024 - 23:55 WIB

Workshop Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah, Cara Jitu UIN Bandung Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa FAH

Rabu, 26 Juni 2024 - 14:05 WIB

Asyik! Pimpinan Al-Azhar Mesir Temui Menag, Bahas Seleksi Calon Mahasiswa Indonesia

Pos Terbaru

KomDak

Hari Anak Nasional, Kemenag Rilis TelePontren

Selasa, 23 Jul 2024 - 12:17 WIB

Reliji

Moderasi Beragama Jadi Wacana Intelektual Kampus

Senin, 22 Jul 2024 - 12:09 WIB