Ramadhan Hari ke-3: Kisah Nabi Zulkarnain

SUNANGUNUNGDJATI.COM-

Me : Kaka mau diceritain tentang apa?
Aisyah : aku maunya Nabi yang ga ada dalam daftar 25 Nabi dan Rasul

Oh well..It’s a kindda hard request

Hmm..Let me check

Kak, Nabi Zulkarnain yang ga ada dalam list itu sebetulnya banyak yang meragukan posisi beliau itu apakah sebagai Nabi atau Raja karena kisahnya tidak banyak juga.

Kita buka Al-Kahfi 83-101, karena kisah tentang beliau ada di ayat tersebut

Aisyah : hmm..hoammmsss…(kepalannya masuk masuk ke kelek)

wkwkwk

Kak jaman dulu itu ada seorang Raja yang memiliki kekuasaan yang luas dan kedudukannya sangat kuat. Allah memang menganugerahkan kelebihan-kelebihan untuk mencapai segala sesuatu,

Raja ini senang sekali melakukan perjalanan dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Pada suatu ketika, Raja Zulkarnain melakukan perjalanan ke suatu tempat dimana ia bisa melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam,

Tempat tersebut dihuni oleh suatu kaum yang tidak beragama

Allah berfirman kepada Zulkarnain dan memberikan pilihan untuk menghukum atau mengajak mereka untuk beriman.

Lalu ia memilih untuk mengajak mereka kepada kebaikan dan menyerukan untuk beriman kepada Allah.

singkat cerita, Nabi Zulkarnain melakukan perjalanan ke tempat yang berbeda dengan tempat sebelumnya. Daerah tersebut terdapat di antara dua gunung dan di belakang kedua gunung itu ditemukan suatu kaum yang hampir tidak memahami pembicaraan

Ternyata kaum itu adalah Yakjuj dan Makjuj kak, mereka manusia juga tapi mereka memiliki sifat jahat yaitu suka berbuat kerusakan di muka bumi, jumlahnya banyak banget lagi dan matanya sipit.

Me : Kak, kalo Bunda ada di situ, bunda mah ngeri banget..karena mereka itu jahat pisan trus ya abis jalan jauh yang ditemuinya itu ternyata suatu kaum yang jahat yang tidak pernah terbayang sebelumnya

Allah berfirman kepada beliau untuk membuat dinding penghalang untuk mengurung mereka

Maka dengan bantuan Allah Nabi Zulkarnain diberi kekuatan untuk membangun dinding yang di dalamnya ada potongan-potongan besi. Potongan-potongan besi itu memiliki tinggi yang sama dengan kedua puncak gunung yang membatasi daerah tersebut. Setelah semua besi terpasang, Nabi Zulkarnain kemudian meniupkan api sampe besinya merah dan saat besinya masih merah beliau menuangkan cairan tembaga yang sangat panas ke atasnya sebagai penutup daerah tersebut.

Dinding yang dibangun Nabi Zulkarain ini tidak dapat didaki atau dilubangi oleh Yakjuj dan Majuj sampai sekarang hingga Allah yang mengizinkan untuk membukannya.

Suatu saat dinding itu akan hancur juga kak yaitu saat akhir zaman setelah dajjal dan Nabi Isa turun ke Bumi, tapi ya ga tau kapan.

Tugas kita adalah memanfaatkan dan mengisi waktu yang ada dengan kegiatan yang bermanfaat yang diniatkan untuk ibadah.

Aisyah : bunda aku ngantuk

Oh well…sleep well dear sweety

Anggita Rahmi Hafsari, Dosen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 

 

 

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button