Ketum PBNU : Sarung Bukti Kesinambungan Peradaban Hindu, Buddha dan Islam

- Editorial Team

Minggu, 22 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNANGUNUNGDJATI.COM

Hari Santri 2023 dimeriahkan dengan Sarung Santri Nusantara. Bertempat di Gedung Negara Grahadi Nusantara Surabaya, acara ini berlangsung dalam nuansa berbeda.

Para tamu undangan hadir dengan mengenakan sarung dengan beragam corak dan warna. Hadir, Menag Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Wamenag Saiful Rahmat Dasuki, jajaran pejabat Eselon I dan II Kemenag, serta ratusan santri dan warga Surabaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sarung adalah bukti kesinambungan sejarah dan ketersambungan kawasan peradaban yang sangat luas. Kalau di Indonesia yang mayoritas muslim, santri dan kiainya bersarung, mari kita lihat, masyarakat India yang Hindu juga bersarung, Myanmar yang Buddha juga bersarung,” terang KH Yahya Cholil Staquf dalam keterangannya, Minggu (22/10/2023).

“Sarung merupakan penyambung dari sekian banyak masyarakat yang heterogen dalam satu kawasan peradaban yang luas,” sambungnya.

Dijelaskan Gus Yahya, panggilan akrabnya, sarung sudah dipakai orang di Nusantara bahkan sejak sebelum Islam dikenal di sini. Artinya, walaupun masyarakat Nusantara sekarang mayoritas muslim, sarung tetap jadi bagian dari tradisi kehidupan mereka.

Sejarah peradaban Nusantara, kata Gus Yahya, terus bersambung dari zaman ke zaman. Meski pada satu masa, misalnya, Sriwijaya, sangat diwarnai tradisi Buddha dan sekarang menjadi masyarakat mayoritas muslim, tapi karakter budayanya (sarung) tidak berubah.

“Ini modal yang menjadikan santri Nusantara ini selamat dari gonjang-ganjing sejarah global yang menjadi kesulitan di tempat lain. Ini patut kita syukuri, makna sarung dan vitalitas budayanya. Tidak ada yang lebih ulet dari vitalitas budayanya melebihi sarung,” papar Gus Yahya.

“Sarung dari zaman kuno sampai sekarang bentuknya sama. Motifnya tinggal kreativitas komunitas tenun. Sarung punya vitalitas budaya ulet,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki. Menurutnya, sarung merupakan bagian yang tidak lepas dari ciri bangsa. Bahkan, sarung yang sebelumnya identik dengan masyarakat kampung dan tradisional, kini digunakan juga dibanyak acara kenegaraan yang dihadiri Presiden dan Wakil Presiden.

Selain vitalitas budaya, kata Wamenag, tenun sarung menggambarkan nilai persatuan dan kesatuan. “Sarung ditenun dari helai demi helai benang hingga menjadi sarung. Ini wujud psrsatuan dan kesatuan. Sarung kuat karena diikat melalui tenun,” jelas Wamenag.

“Sarung adalah kekayaan Nusantara. Kain tradisional sarat makna budaya Nusantara. Digunakan secara nasional dalam beragam kegiatan. Kita berharap suatu hari nanti akan memperingati Hari Sarung Nasional,” tandasnya.

Pos Terkait

Sebarkan Islam Santun, Ini 3 Strategi Dakwah Sunan Gunung Jati
Hypnoparenting : Yuk Siapkan Anak Jadi Santri yang Hebat
Wasiat Sunan Gunung Jati di Tengah Politisasi Identitas
Qodarullah
Yuk Kenali Tradisi Muludan Masyarakat Cirebon
Mengejar Akhirat, Dunia Menghampiri
Begini Cara UIN Alauddin Susun Pedoman Integrasi Keilmuan Berbasis Moderasi Beragama
Inilah 9 Manfaat Welas Asih bagi Kebahagiaan Kolektif Umat Manusia

Pos Terkait

Minggu, 3 September 2023 - 08:33 WIB

5 Resep Empal Genton yang Nampol. Coba Buat Yuk!

Jumat, 11 Agustus 2023 - 20:05 WIB

Eksyar UIN Sunan Gunung Djati Lakukan Pendampingan 100 Sertifikasi Halal Gratis

Minggu, 6 Agustus 2023 - 15:00 WIB

Yuk Berburu Kuliner Nusantara di Kampoeng Tempo Doeloe La Piazza

Minggu, 9 Juli 2023 - 08:27 WIB

Yuk, Wisata Ke Gunung Manglayang! Inilah 4 Jalur Menuju Puncaknya

Sabtu, 18 Maret 2023 - 21:47 WIB

Pentingnya Paralegal dalam Memberikan Bantuan Hukum

Minggu, 12 Februari 2023 - 14:35 WIB

Begini Cara Membangun Branding Lembaga Ala Bakmi Jowo Mbah Gito

Sabtu, 4 Februari 2023 - 12:32 WIB

Top! Petaling Jaya Malaysia Sanjung Industri Kreatif Kota Bandung

Senin, 9 Januari 2023 - 10:39 WIB

Dorong Jiwa Wirausaha, UIN Bandung Adakan Seminar dan Workshop Tanaman Hias Bonsai

Pos Terbaru

Nulis

Sunan Gunung Jati, Pandita Ratu

Rabu, 6 Des 2023 - 11:40 WIB

Umum

Populer di Pantura, Yuk Kenali Musik Tarling

Selasa, 5 Des 2023 - 11:29 WIB

News

Profil dan Sejarah Cirebon

Senin, 4 Des 2023 - 11:27 WIB