Jelang Pemilu, Simak Baik-baik Ya Pesan Sunan Gunung Jati

- Editorial Team

Kamis, 25 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNANGUNUNGDJATI.COM — Masyarakat Indonesia sebentar lagi akan mengadapi pemilihan umum (pemilu), di antaranya yang menyita perhatian adalah pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden (Capres dan Cawapres). Menjelang pemilu sering kali diwarnai dengan perdebatan dan gesekan antarpendukung capres dan cawapres, seperti perdebatan dan gesekan yang biasa terjadi di dunia maya atau media sosial.

Dilansir dari Republika, alangkah baiknya jika masyarakat dan calon pemimpin mengingat kembali pesan-pesan atau petatah-petitih dari Sunan Gunung Jati atau Syekh Syarif Hidayatullah yang dikenal sebagai seorang wali dari sembilan wali atau wali songo.

Sebagaimana diketahui, Sunan Gunung Jati adalah ulama besar sekaligus raja atau sultan penguasa Kerajaan Cirebon. Sunan Gunung Jati meski menjadi seorang raja sering kali blusukan ke berbagai daerah pelosok untuk mengenalkan dan mengajarkan agama Islam yang bersumber dari Alquran dan hadits.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut ini pesan-pesan Sunan Gunung Jati yang berkaitan dengan kearifan dan kebijakan.

Singkirna sifat kanden wanci. Duweha sifat kang wanti.

Amapesa ing bina batan. Angadahna ing perpadu.

Aja ilok ngamad kang durung yakin. Aja ilok gawe bobat. Kenana ing hajate wong.

Aja dahar yen during ngeli. Aja nginum yen during ngelok. Aja turu yen during ketaken arif.

Yen kaya den luhur. Aja ilok rarohi ing wong. Den bisa megeng ing nafsu. Angasana diri. Tepo saliro dan adol.

Ngoletena rejeki sing halal. Aja akeh kang den pamrih. Den suka wenan lan suka memberih gelis lipur.

Gegunem sifat kang panuji. Aja ilok gawe lara ati ing wong. Ake lara ati, namung saking duriat.

Aja ngagungaken ing salira. Aja ujub ria suma takabur. Aja duwe ati ngunek. (Sunan Gunung Jati)

Terjemahan:

Jauhi sifat yang tidak baik. Miliki sifat yang baik.

Jangan serakah atau berangasan dalam hidup. Jauhi pertengkaran.

Jangan suka mencela sesuatu yang belum terbukti kebenarannya. Jangan suka berbohong.

Kabulkan keinginan orang.

Jangan makan sebelum lapar. Jangan minum sebelum haus. Jangan tidur sebelum mengantuk.

Jika kaya, harus dermawan. Jangan suka menghina orang. Harus dapat menahan nafsu. Harus mawas diri. Tampilkan prilaku yang baik.

Carilah rezeki yang halal. Jangan banyak mengharap pamrih. Jika bersedih, jangan diperlihatkan agar cepat hilang.

Miliki sifat terpuji. Jangan suka menyakiti hati orang. Jika sering disakiti orang, hadapilah dengan kecintaan, tidak dengan aniaya.

Jangan mengagungkan diri sendiri. Jangan sombong dan takabur. Jangan dendam. (Sunan Gunung Jati)

 

Melihat pesan-pesan Sunan Gunung Jati tersebut, masyarakat maupun calon pemimpin dapat mengambil pelajaran agar menjauhi sifat yang tidak baik, dan memiliki sifat yang baik. Juga jangan serakah, dan para pendukung capres-cawapres jauhi pertengkaran. Jangan mencela sesuatu yang belum terbukti kebenarannya dan jangan berbohong.

Pesan-pesan Sunan Gunung Jati tersebut dikutip dari buku Biografi Sunan Gunung Jati: Sang Penata Agama di Tanah Sunda yang ditulis Wawan Hernawan dan Ading Kusdiana diterbitkan LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2020.

Pos Terkait

Bambang Qomaruzzaman : Pemilu harus Diniatkan seperti Shalat
Doa dan Perubahan Sosial
Arah Pembangunan Indonesia
Bangkrutnya Era Politik Konvensional?
Tak Ada Yang Mencintai Indonesia
Wujudkan Demokrasi yang Bersih, Hadirkan Kampung Anti-Politik Uang
Politik ‘Sekularisme’ Maladewa?
Pengunduran Pemilu & Pilkada

Pos Terkait

Jumat, 9 Februari 2024 - 23:58 WIB

Bambang Qomaruzzaman : Pemilu harus Diniatkan seperti Shalat

Senin, 5 Februari 2024 - 12:40 WIB

Doa dan Perubahan Sosial

Kamis, 25 Januari 2024 - 11:08 WIB

Jelang Pemilu, Simak Baik-baik Ya Pesan Sunan Gunung Jati

Rabu, 9 Agustus 2023 - 08:30 WIB

Arah Pembangunan Indonesia

Minggu, 5 Februari 2023 - 21:42 WIB

Bangkrutnya Era Politik Konvensional?

Sabtu, 21 Januari 2023 - 12:34 WIB

Tak Ada Yang Mencintai Indonesia

Senin, 26 Desember 2022 - 23:58 WIB

Wujudkan Demokrasi yang Bersih, Hadirkan Kampung Anti-Politik Uang

Senin, 21 Maret 2022 - 16:17 WIB

Politik ‘Sekularisme’ Maladewa?

Pos Terbaru

KomDak

3 Upaya Kemenag Bumikan Nilai Persaudaraan Manusia

Kamis, 29 Feb 2024 - 13:01 WIB