ChatGPT, Al-Zaytun, dan Mimpi bersama Guru Besar

- Editorial Team

Sabtu, 5 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AHMAD SAHIDIN, penulis buku Tanda-Tanda Kiamat Mendekat.

SUNANGUNUNGDJATI.COM-Sudah lama tak menulis. Lama pula tak membaca buku secara serius dan tuntas. Entah apa yang merasuki diri ini, daya minat untuk baca dan menulis tak sekencang saat sebelum pandemi. Tentu ini mungkin faktor kejenuhan dan media sosial yang serba visual yang mudah diakses dan serba instan. Contohnya chatgpt. Murid dan mahasiswa tak perlu susah cari referensi suatu tema untuk menulis tugas dan makalahnya, cukup ajukan pertanyaan pada mesin telusur chatgpt.

Tidak lama langsung muncul jawaban yang diinginkan. Sayangnya kadang tak cantumkan referensi dan pernah diuji dengan permintaan menyebut satu profil sekolah di Bandung dan ternyata salah. Dari sini saya mulai meragukan akurasi chat gpt. Untuk yang spesifik dan non abstrak, chat gpt tak bisa diandalkan. Karena itu, saya senantiasa bandingkan informasi chat gpt dengan buku rujukan atau tabayun pada ahlinya.

Selanjutnya, yang ingin disampaikan, adalah kasus Al-Zaytun. Sudah lama dan baru sekarang dimunculkan. Ini menarik secara sosiologi dan politik. Sampai beking para jenderal disebut. Guru saya bilang bahwa sebentar lagi pemilu 2024. Semua yang terkait dengan politik pasti akan viral. Yang terkait dengan agama yang non mainstream pun akan diramaikan kalau saling terkait dengan tokoh-tokoh politik, yang kelak meramaikan pentas pemilu 2024. Perlu kejernihan dan waspada serta bijak melihat situasi kekinian. Saya pun hanya menonton saja pergumulan agama, politik, ekonomi dan carut marut pengelolaan haji tahun ini.

Terakhir, barangkali ada yang minat untuk memberikan pencerahan pada saya. Pada satu malam saya mimpi bertemu Guru Besar bidang keagamaan yang saya rujuk. Beliau kini almarhum dan dikuburkan di Sangiang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tiba-tiba saja saya diajak beliau untuk melihat satu tempat yang tinggi dan indah. Lalu beliau bilang: “Tuh banyak tangga. Pilih satu saja nanti juga bisa naik. Saya duluan sudah ditunggu tuh di sana,” ucapnya sambil menunjuk pada tangga yang banyak dinaiki ulama dan cendekiawan ternama.

Saya terbangun. Saya renungkan makna dari mimpi tersebut. Sambil termenung, saya mulai ingat lagi dengan mimpi beberapa hari setelah wafat guru besar.

Dalam mimpi, beliau menyapa dan memegang tangan saya. Saya ikut saja berjalan. Tiba depan sungai besar. Beliau berkata: “Sampai di sini saja ya. Tuh ikut ke sana,” katanya sambil menunjuk kepada putranya yang berjalan menuju masjid.

Saya terbangun dan lagi-lagi tidak mengerti dengan mimpi tersebut. Barangkali ada yang berkenan memberi makna! Hatur nuhun. Mohon doa. Cag!

Pos Terkait

6 Etika Silaturrahim
Mudik ke Cianjur
Dari Bandung untuk Dunia
Saatnya Kenali Serba-serbi Publikasi Ilmiah Mahasiswa
RAMADAN DI TATAR SUNDA (8) : Peringatan Turun Wahyu
RAMADAN DI TATAR SUNDA (7) : Tarawih dan Tadarus
Suatu Hari Bersama Sekelompok Sufi
RAMADAN DI TATAR SUNDA (7) : Pakansi Puasa

Pos Terkait

Kamis, 18 April 2024 - 07:30 WIB

6 Etika Silaturrahim

Selasa, 9 April 2024 - 13:25 WIB

Mudik ke Cianjur

Senin, 8 April 2024 - 23:04 WIB

Dari Bandung untuk Dunia

Minggu, 7 April 2024 - 13:19 WIB

Saatnya Kenali Serba-serbi Publikasi Ilmiah Mahasiswa

Sabtu, 30 Maret 2024 - 07:30 WIB

RAMADAN DI TATAR SUNDA (8) : Peringatan Turun Wahyu

Senin, 25 Maret 2024 - 09:48 WIB

RAMADAN DI TATAR SUNDA (7) : Tarawih dan Tadarus

Minggu, 24 Maret 2024 - 09:34 WIB

Suatu Hari Bersama Sekelompok Sufi

Kamis, 21 Maret 2024 - 12:05 WIB

RAMADAN DI TATAR SUNDA (7) : Pakansi Puasa

Pos Terbaru

Reliji

5 Nilai Orang Bertakwa Pasca Idul Fitri

Jumat, 19 Apr 2024 - 09:45 WIB

Nulis

6 Etika Silaturrahim

Kamis, 18 Apr 2024 - 07:30 WIB