Buka Puasa Lakpesdam-Jabar Seri #1 : Haruskah Menjadi Pelayan?

SUNANGUNUNGDJATI.COM-Maulana, apa sebenarnya yang diinginkan Allah, dariku? Kok kehidupanku terus-menerus seperti ini,tanpa makna? Saya kok ngerasa bingung

Maulana menjawab,” Dengarkan Firman Allah ini, “Tak kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk menjadi pelayanKu” (QS.Adz-Dzariat: 56)”

“Ya, para dai sering membicarakan ayat ini,” jawabku, “Tapi semakin sering diucapkan semakin saya tak memahami maksud ayat ini!”

Maulana diam sejurus, lalu menjawab, “Saya akan kasih kamu perumpamaan sederhana. Banyak gadis bermimpi menjadi seorang putri, atau menikahi seorang pangeran. Jarang sekali, atau bahkan tak ada seorang pun, yang bermimpi menjadi seorang pelayan.
Para pelayan dalam bayangan kita adalah orang yang mencuci pakaian di papan penggilesan kayu, mengepel lantai batu berdebu, dan menyetrika gaun pesta yang indah orang lain. Karena itu tak ada satupun yang mau menjadi pelayan, membayangkannyapun tak ada yang sudi.

Cobalah bayangkan kehidupan di sebuah kerajaan. Saat ini kau bisa bayangkan kerajaan Inggris atau keraton Yogyakarta. Para pelayan di kerajaan Inggris adalah mereka yang terpilih untuk melayani sang Ratu, sosok yang memiliki kekuasaan dan dihormati seluruh negeri. Bahkan saat ini, seorang ratu memilih seorang pelayan yang terbaik dari yang terbaik berdasar seleksi ketat.

Para pelayan inilah yang kemudian menjadi orang yang paling dekat dengan sang Ratu, paling dapat dipercaya, menjadi teman sang Ratu. Mereka bisa melakukan pekerjaan yang luar biasa, berbagi makanan terbaik, pergi ke pesta-pesta terbaik, dan mendapatkan hadiah yang terbaik dari sang Ratu. Kesempatan ini tak sembarang bisa merasakannya, bahkan jika kau sangat kaya, Kau tidak dapat begitu saja mengikuti acara-acara di kerajaan.
Nilai seorang pelayan tidak didasarkan pada apa yang dilakukannya. Nilainya didasarkan pada status kerajaan yang dilayaninya.

Hal yang sama juga berlaku ketika kau diminta untuk melayani Tuhan. Nilai kita tidak didasarkan pada apa yang kita lakukan, nilai kita didasarkan pada yang kita layani. Karena kita adalah pelayan Allah, Dia akan memberi kita pekerjaan dan petualangan istimewa yang tidak akan diberikan kepada orang lain yang bukan pelayannya. Kau sebagai pelayan Tuhan akan diberangkatkan ke berbagai tempat yang tak pernah kau impikan. Kau sangat penting karena Tuhan telah mengundangmu untuk melayaniNya, sekarang. Dan Tuhan akan merahmatimu ketika kau segera melakukannya.
Jadi segeralah memakai tiara berlian terbaik di hatimu lalu persiapkan dirimu untuk melayani Raja Manusia (Malikinnas)!”

Perkataan Maulana membuatku tak bisa berkata apa-apa, hanya sisa Tanya: haruskah aku menjadi pelayan sang Raja Manusia?”

Prof. Dr. H. Bambang Q-Anees, M. Ag., Guru Besar Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button