Menu

Mode Gelap

Humaniora · 28 Des 2022 ·

Bikin Geger Kesultanan Cirebon, Kisah Putra Sunan Gunung Jati Pangeran Jaya Kelana


 Bikin Geger Kesultanan Cirebon, Kisah Putra Sunan Gunung Jati Pangeran Jaya Kelana Perbesar

SUNANGUNUNGDJATI.COM-

Putra Sunan Gunung Jati yakni Pangeran Jaya Kelana membuat geger Kesultanan Cirebon .

Pangeran Jaya Kelana yang dikenal memiliki kenakalan merupakan putra dari pernikahan Sunan Gunung Jati dengan Nyi Syarifah Baghdad.

Dikutip dari Portal Majalengka, Pangeran Jaya Kelana tidak seperti saudaranya Pangeran Brata Kelana dikenal anak baik dan penurut.

Kenakalan Pangeran Jaya Kelana juga membuat geger kesultanan Cirebon.

Kisah kenakalan putra Sunan Gunung Jati Pangeran Jaya Kelana terdapat di dalam Naskah sejarah kuno Mertasinga.

Diceritakan Pangeran Jaya Kelana sebagai sosok yang suka iri hati terhadap anak saudagar kaya di Cirebon.

Iri hati itu dikarenakan anak-anak saudagar tersebut bergelimang harta.

Mereka juga memiliki pakaian bagus-bagus dan uang yang sangat banyak.

Sedangkan Pangeran Jaya Kelana yang anak Sultan Cirebon justru malah diwajibkan hidup sederhana.

Oleh sebab itu, Pangeran Jaya Kelana memutuskan untuk terjun dalam bidang perdagangan.

Singkat cerita Pangeran Jaya Kelana pun berhasil menjadi kaya.

Namun harta yang dimiliki sang Pangeran ternyata tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan saudagar yang memiliki kapal.

Hingga pada suatu waktu, para saudagar yang memiliki kapal akan melakukan kegiatan jual beli ke seberang.

Kegiatan tersebut bertujuajbehingga mendapatkan untung besar.

Pangeran Jaya Kelana yang merasa iri hati, kemudian meniatkan diri agar lebih hebat dari saudagar lainnya.

Pangeran Jaya Kelana pun memutuskan untuk berdagang dengan berlayar ke luar Pulau Jawa.

Namun malang bagi Pangeran Jaya Kelana, ditengah lautan kapalnya dihantam gelombang hingga hancur.

Semua dagangan yang ia bawa musnah seluruhnya, beruntung Pangeran Jaya Kelana masih bisa selamat dari maut.

Mendapati anaknya telah dianggap sudah cinta dunia, Ibunda sang pangeran Nyimas Rara Jati atau Syarifah Baghdad bersedih.

Ia kemudian menasihati anaknya untuk tidak serakah dan tamak, dan tidak lagi berdagang hingga keluar pulau Jawa.

Setelah mendapatkan nasihat, Pangeran Jaya Kelana kemudian menurutinya dengan berhenti berdagang.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Editorial Team

Baca Lainnya

Rektor Jangan Biasa-biasa Aja, Jadikan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam sebagai Jurusan Berskala Internasional!

2 Februari 2023 - 10:52

Inilah Kebiasaan Soekarno saat Kunjungi Masjid Sunan Gunung Jati Garmini yang tak Diketahui

14 Desember 2022 - 14:42

Ngalap Berkah, 3 Makam Keramat di Cirebon yang Selalu Ramai Didatangi Peziarah

13 Desember 2022 - 15:02

Pengukuhan Guru Besar: Moderasi Beragama, Wewekas dan Ipat-Ipat Sunan Gunung Djati

9 Desember 2022 - 14:18

Menarsiskan Diri.

8 April 2022 - 15:53

Yang Tetap dan Tak Berubah

23 Maret 2022 - 15:14

Trending di Humaniora