4 Masjid Termegah dan Bersejarah di Cirebon, Semasa dengan Sunan Gunung Djati

- Editorial Team

Minggu, 12 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNANGUNUNGDJATI.COM

 

Cirebon merupakan sebuah wilayah yang terkenal dengan sebutan para wali ini memiliki Masjid termegah dan bersejarah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sunan Gunung Jati merupakan tokoh penyebar agama Islam di Cirebon dan terdapat peninggalan Masjid termegah dan bersejarah.

Meski dibangun pada tahun 1498, tempat ibadah umat islam ini juga merupakan Masjid termegah dan bersejarah.

Dilansir BondowosoNetwork dari berbagai sumber, berikut Masjid termegah dan bersejarah di Cirebon.

 

1. Masjid Raya At Taqwa

Masjid Raya At Taqwa merupakan Masjid termegah dan bersejarah di Kota Cirebon.

Dibangun pada tahun 1918, Masjid ini kerap didatangi jamaah dari kota-kota lain.

Gaya arsitektur masjid yang mencirikan bangunan tropis dengan atap jurai serta dilengkapi dengan empat menara kecil (minaret) dan sebuah menara setinggi 65 meter.

Namun kehadiran gerbang (gate) selebar 3 meter sebelum memasuki bangunan utama yang menjadi point of interest bangunan masjid memberi nilai tersendiri.

 

2. Masjid Merah Panjunan

Masjid termegah dan bersejarah selanjutnya yang berada di Cirebon adalah Masjid Merah Panjunan.

Masjid ini berdesain ala Tionghoa-Arab dan telah dimasukan kedalam cagar budaya.

Terletak di Jl. Panjunan No.43, Panjunan, Kec. Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat.

 

3. Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid Agung Cirebon adalah sebuah masjid yang terletak di dalam kompleks Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Lokasi Masjid ini berada di bagian barat dari Alun-Alun Kota Cirebon.

Konon masjid ini dibangun sekitar tahun 1480 Masehi semasa dengan Sunan Gunung Jati menyebarkan agama Islam.

 

4. Masjid Kramat Kalijaga

Masjid Kramat Kalijaga ini menjadi tempat religi terkhusus bagi umat muslim

Pos Terkait

Asyik! Kampung Moderasi Beragama Percontohan Bakal Ada di 34 Provinsi
Menag: Imlek Nasional Bukti Kepedulian Pemerintah kepada Umat Khonghucu
AICIS 2024: Saatnya Memotret Inisiatif Bangun Perdamaian
Begini Cerita Ajeng, Lakon ‘Weton’ Juara Festival Film Moderasi Beragama 2023
Inilah Sunan Gunung Jati, Raja yang Suka Blusukan dalam Berdakwah
Yuk Kenali Abdul Karim: Mengisi Kekosongan Pendidikan Agama
Yuk Kenali Ismail Asso: Mendirikan Pesantren di Atas Tanah Bapak Pendeta
Yuk Kenali Mak Ajay Salmi: Mengajar dengan Keterbatasan Penglihatan

Pos Terkait

Rabu, 28 Februari 2024 - 16:21 WIB

Asyik! Kampung Moderasi Beragama Percontohan Bakal Ada di 34 Provinsi

Selasa, 13 Februari 2024 - 10:12 WIB

Menag: Imlek Nasional Bukti Kepedulian Pemerintah kepada Umat Khonghucu

Rabu, 31 Januari 2024 - 22:12 WIB

AICIS 2024: Saatnya Memotret Inisiatif Bangun Perdamaian

Jumat, 5 Januari 2024 - 08:45 WIB

Begini Cerita Ajeng, Lakon ‘Weton’ Juara Festival Film Moderasi Beragama 2023

Rabu, 3 Januari 2024 - 16:07 WIB

Inilah Sunan Gunung Jati, Raja yang Suka Blusukan dalam Berdakwah

Minggu, 31 Desember 2023 - 07:19 WIB

Yuk Kenali Abdul Karim: Mengisi Kekosongan Pendidikan Agama

Jumat, 29 Desember 2023 - 17:13 WIB

Yuk Kenali Ismail Asso: Mendirikan Pesantren di Atas Tanah Bapak Pendeta

Rabu, 27 Desember 2023 - 17:08 WIB

Yuk Kenali Mak Ajay Salmi: Mengajar dengan Keterbatasan Penglihatan

Pos Terbaru

KomDak

3 Upaya Kemenag Bumikan Nilai Persaudaraan Manusia

Kamis, 29 Feb 2024 - 13:01 WIB